Gugatan ini bermula ketika Ressa menggugat Denada ke pengadilan karena merasa dibuang dan ditelantarkan sejak lahir pada 2002. Pelantun “Mutha Futha” ini pun langsung menepis klaim tersebut.
Baca Juga :
Denada menegaskan bahwa kehadirannya di kehidupan Ressa tidak pernah benar-benar hilang, meski secara fisik mereka tak tinggal bersama.
“Ressa itu bukan kesalahan, Ressa itu tidak dibuang. Aku tidak pernah membuang dia. Aku jaga dia, aku pertahankan dia, dan aku lahirkan dia,” ujar Denada.
Ia menjelaskan, keputusan menitipkan Ressa kepada kerabatnya di Banyuwangi, Dino dan Ratih, lahir dari kekhawatiran mendalam. Statusnya yang belum menikah saat itu membuatnya takut Ressa akan mendapat stigma dan perundungan dari lingkungan sekitar.
“Bayangan aku pada saat itu, Ressa akan berada bersama keluarga dekat, di mana Om Dino dan Tante Ratih memang sudah lama sekali menginginkan anak laki-laki. Aku pikir perfect, karena Ressa akan tumbuh di mana dia akan melihat ada sosok bapak dan sosok ibu,” ungkapnya.
“Dia tidak akan di-bully karena tidak punya bapak. Karena semua orang kan takut sama Ibu (Eyang) dan semua orang di situ sangat amat menghormati keluarga,” tambah Denada.
Baca Juga :
Denada: Ressa itu Tidak Dibuang –