Riky Febriansyah menyampaikan klarifikasi didampingi kuasa hukumnya di Kawasan Bukit Raya, Jakarta Selatan, Senin, 16 Maret 206. Kehadirannya di depan publik merupakan respons langsung atas utas viral yang menyebutnya terlibat serangkaian dugaan tindakan asusila, hingga memunculkan julukan “predator koas” yang menyerang reputasi profesional dan kehidupan pribadinya.
Baca Juga :
Dengan menyebut sumpah profesinya sebagai dasar, Riky Febriansyah menyatakan selama ini menjalankan praktik kedokteran sesuai etika dan martabat profesi.
“Sesuai dengan sumpah kedokteran, saya menjalankan profesi ini secara terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat profesi saya. Pemberitaan mengenai predator koas, atau komentar-komentar yang berkaitan dengan tindakan asusila ini merupakan berita yang tidak benar dan tidak berdasar,” tegas Riky Febriansyah.
Ia menyadari polemik ini sudah menyeret banyak nama dan memicu kehebohan luas di tengah masyarakat. Riky Febriansyah turut mengungkapkan keprihatinannya atas dampak yang menimpa orang-orang terdekatnya. Ia secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada istri dan seluruh keluarga besar.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang saya buat, kepada anak-anak saya, istri saya, orang tua saya, kakak adik saya, keluarga terdekat, teman-teman dekat dan pihak-pihak yang merasa dirugikan,” ucap Riky.
Ia juga mengakui bahwa tekanan dari warganet berdampak serius, bukan hanya pada reputasinya di dunia medis, tetapi juga pada kondisi psikis dan keutuhan rumah tangganya.
Baca Juga :
Soal Hubungan dengan Cindy Rizap, Suami Maissy Pramaisshela Bilang Begini –