Padi Reborn Kenalkan Vinyl Album Pertama di JIAVS 2026

Padi Reborn Kenalkan Vinyl Album Pertama di JIAVS 2026

Jakarta: Padi Reborn resmi memperkenalkan piringan hitam atau vinyl dari album perdana mereka, Lain Dunia. Karya yang menjadi salah satu tonggak perjalanan musik band asal Surabaya tersebut kini hadir dalam format fisik yang menyasar para pencinta musik dan kolektor piringan hitam.

Vinyl Lain Dunia diperkenalkan melalui ajang Jakarta International Audio Video Show (JIAVS) 2026 yang berlangsung di Fairmont Jakarta pada 5-7 November 2026. Peluncuran ini menjadi momen spesial bagi Padi Reborn karena untuk pertama kalinya mereka menghadirkan album tersebut dalam format vinyl.

Gitaris Padi Reborn, Piyu, mengungkapkan bahwa rencana merilis album Lain Dunia dalam format piringan hitam sebenarnya sudah muncul sejak tiga tahun lalu. Namun, berbagai tahapan produksi membuat proses pengerjaannya membutuhkan waktu cukup panjang hingga akhirnya dapat diwujudkan tahun ini.

“Prosesnya panjang, album ini jadi selama tiga tahun,” kata Piyu di Jakarta.

Keinginan tersebut semakin mudah direalisasikan setelah Padi Reborn memutuskan melanjutkan perjalanan sebagai band independen. Piyu menjelaskan, proses produksi vinyl ketika masih berada di bawah naungan label Sony diperkirakan akan membutuhkan tahapan dan waktu yang lebih panjang.

“Kami berencana buat album vinyl ‘Lain Dunia’ setelah jadi band independen, kalau masih di bawah Sony, prosesnya sangat panjang,” ucap Piyu.

Dari sisi produksi, Padi Reborn tidak ingin mengesampingkan kualitas suara demi mempercepat perilisan. Mereka memilih Abbey Road di London, Inggris, sebagai tempat pengerjaan remastering. Keputusan tersebut membuat biaya produksi menjadi cukup besar, tetapi dianggap sepadan dengan kualitas audio yang ingin dihadirkan.

“Proses remastering di Abbey Road, London, dan ada tiga tahapan yaitu uji dengar, cetakan pertama, kedua, hingga ketiga. Setelah semua sudah merasa yakin, baru kami rilis sekarang,” kata Piyu.

Pemilihan album Lain Dunia sebagai rilisan vinyl perdana bukan tanpa alasan. Album tersebut merupakan karya pertama Padi yang memiliki peran penting dalam perjalanan karier mereka. Kesuksesannya di pasaran turut mengantarkan band yang dikenal lewat lagu-lagu populer itu menuju puncak popularitas di industri musik Indonesia.

“Karena ini album pertama jadi sangat istimewa. semoga setelah ini album padi yang kedua dan seterusnya bisa dibuat viny,” kata Yoyo, drummer Padi Reborn.

Piyu juga menganggap JIAVS 2026 sebagai tempat yang tepat untuk memperkenalkan rilisan spesial tersebut. Menurutnya, pameran audio visual ini memberikan kesempatan kepada musisi untuk bertemu langsung dengan pencinta perangkat audio berkualitas sekaligus memperkenalkan cara menikmati musik dengan pengalaman berbeda.

“Ini adalah momen istimewa bagi Padi Reborn bisa memperkenalkan album fisik vinyl pertama kami bersama para pecinta audio berkualitas tinggi di JIAVS 2026. Bagi kami pameran ini sangat menarik karena memberi edukasi tentang bagaimana musik seharusnya dinikmati. Dunia audio bukan hanya soal teknologi, tapi juga penghargaan terhadap karya musik dan emosi di balik setiap nada,” terang Piyu.
 

JIAVS 2026 tahun ini mengusung tema “Immersive Soundscapes – The Ultimate Audio Visual Experience”. Pameran tersebut menghadirkan pengalaman bagi pengunjung untuk menikmati perkembangan teknologi audio visual sekaligus merasakan detail, emosi, dan keindahan musik melalui berbagai perangkat berkualitas tinggi.

Chairman JIAVS 2026, Herman Chandra, mengatakan teknologi audio tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan perangkat. Lebih dari itu, teknologi diharapkan mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih mendalam bagi para penikmatnya.

“Pada akhirnya, teknologi audio bukan semata-mata tentang perangkat yang digunakan. Lebih dari itu, bagaimana teknologi mampu membawa kita semakin dekat dengan musik, sehingga kita dapat merasakan setiap detail, emosi, dan ekspresi musikal secara lebih mendalam,” ujar Herman Chandra, Chairman JIAVS 2026.

Pameran JIAVS 2026 menghadirkan sedikitnya 66 exhibitor dari dalam dan luar negeri. Mereka menempati tiga lantai di Fairmont Jakarta dengan beragam kategori produk dan teknologi, mulai dari High-End Audio, Hi-Fi, Home Theater, Digital Streaming, Personal Audio, Car Audio, hingga HD Karaoke.

Selain memperkenalkan vinyl Padi Reborn, JIAVS 2026 juga menghadirkan penyanyi internasional Susan Wong asal Hong Kong. Ia dijadwalkan tampil dalam pertunjukan musik spesial sekaligus menggelar sesi temu penggemar pada 6 dan 7 November 2026.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

Padi Reborn Kenalkan Vinyl Album Pertama di JIAVS 2026 –

Padi Reborn Kenalkan Vinyl Album Pertama di JIAVS 2026

Padi Reborn Kenalkan Vinyl Album Pertama di JIAVS 2026

Jakarta: Padi Reborn resmi memperkenalkan piringan hitam atau vinyl dari album perdana mereka, Lain Dunia. Karya yang menjadi salah satu tonggak perjalanan musik band asal Surabaya tersebut kini hadir dalam format fisik yang menyasar para pencinta musik dan kolektor piringan hitam.

Vinyl Lain Dunia diperkenalkan melalui ajang Jakarta International Audio Video Show (JIAVS) 2026 yang berlangsung di Fairmont Jakarta pada 5-7 November 2026. Peluncuran ini menjadi momen spesial bagi Padi Reborn karena untuk pertama kalinya mereka menghadirkan album tersebut dalam format vinyl.

Gitaris Padi Reborn, Piyu, mengungkapkan bahwa rencana merilis album Lain Dunia dalam format piringan hitam sebenarnya sudah muncul sejak tiga tahun lalu. Namun, berbagai tahapan produksi membuat proses pengerjaannya membutuhkan waktu cukup panjang hingga akhirnya dapat diwujudkan tahun ini.

“Prosesnya panjang, album ini jadi selama tiga tahun,” kata Piyu di Jakarta.

Keinginan tersebut semakin mudah direalisasikan setelah Padi Reborn memutuskan melanjutkan perjalanan sebagai band independen. Piyu menjelaskan, proses produksi vinyl ketika masih berada di bawah naungan label Sony diperkirakan akan membutuhkan tahapan dan waktu yang lebih panjang.

“Kami berencana buat album vinyl ‘Lain Dunia’ setelah jadi band independen, kalau masih di bawah Sony, prosesnya sangat panjang,” ucap Piyu.

Dari sisi produksi, Padi Reborn tidak ingin mengesampingkan kualitas suara demi mempercepat perilisan. Mereka memilih Abbey Road di London, Inggris, sebagai tempat pengerjaan remastering. Keputusan tersebut membuat biaya produksi menjadi cukup besar, tetapi dianggap sepadan dengan kualitas audio yang ingin dihadirkan.

“Proses remastering di Abbey Road, London, dan ada tiga tahapan yaitu uji dengar, cetakan pertama, kedua, hingga ketiga. Setelah semua sudah merasa yakin, baru kami rilis sekarang,” kata Piyu.

Pemilihan album Lain Dunia sebagai rilisan vinyl perdana bukan tanpa alasan. Album tersebut merupakan karya pertama Padi yang memiliki peran penting dalam perjalanan karier mereka. Kesuksesannya di pasaran turut mengantarkan band yang dikenal lewat lagu-lagu populer itu menuju puncak popularitas di industri musik Indonesia.

“Karena ini album pertama jadi sangat istimewa. semoga setelah ini album padi yang kedua dan seterusnya bisa dibuat viny,” kata Yoyo, drummer Padi Reborn.

Piyu juga menganggap JIAVS 2026 sebagai tempat yang tepat untuk memperkenalkan rilisan spesial tersebut. Menurutnya, pameran audio visual ini memberikan kesempatan kepada musisi untuk bertemu langsung dengan pencinta perangkat audio berkualitas sekaligus memperkenalkan cara menikmati musik dengan pengalaman berbeda.

“Ini adalah momen istimewa bagi Padi Reborn bisa memperkenalkan album fisik vinyl pertama kami bersama para pecinta audio berkualitas tinggi di JIAVS 2026. Bagi kami pameran ini sangat menarik karena memberi edukasi tentang bagaimana musik seharusnya dinikmati. Dunia audio bukan hanya soal teknologi, tapi juga penghargaan terhadap karya musik dan emosi di balik setiap nada,” terang Piyu.
 

JIAVS 2026 tahun ini mengusung tema “Immersive Soundscapes – The Ultimate Audio Visual Experience”. Pameran tersebut menghadirkan pengalaman bagi pengunjung untuk menikmati perkembangan teknologi audio visual sekaligus merasakan detail, emosi, dan keindahan musik melalui berbagai perangkat berkualitas tinggi.

Chairman JIAVS 2026, Herman Chandra, mengatakan teknologi audio tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan perangkat. Lebih dari itu, teknologi diharapkan mampu menghadirkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih mendalam bagi para penikmatnya.

“Pada akhirnya, teknologi audio bukan semata-mata tentang perangkat yang digunakan. Lebih dari itu, bagaimana teknologi mampu membawa kita semakin dekat dengan musik, sehingga kita dapat merasakan setiap detail, emosi, dan ekspresi musikal secara lebih mendalam,” ujar Herman Chandra, Chairman JIAVS 2026.

Pameran JIAVS 2026 menghadirkan sedikitnya 66 exhibitor dari dalam dan luar negeri. Mereka menempati tiga lantai di Fairmont Jakarta dengan beragam kategori produk dan teknologi, mulai dari High-End Audio, Hi-Fi, Home Theater, Digital Streaming, Personal Audio, Car Audio, hingga HD Karaoke.

Selain memperkenalkan vinyl Padi Reborn, JIAVS 2026 juga menghadirkan penyanyi internasional Susan Wong asal Hong Kong. Ia dijadwalkan tampil dalam pertunjukan musik spesial sekaligus menggelar sesi temu penggemar pada 6 dan 7 November 2026.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

Padi Reborn Kenalkan Vinyl Album Pertama di JIAVS 2026 –