Saham Apple dengan kode AAPL melonjak lebih dari 3% dan menyentuh angka USD280,14. Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor setelah laporan keuangan kuartal kedua (Q2) menunjukkan performa yang solid, bahkan di tengah kondisi pasar global yang cenderung tidak stabil.
Tidak hanya sekadar angka, lonjakan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa Apple masih punya daya tarik besar, terutama di segmen premium. Apalagi, perusahaan kini sedang bersiap menghadapi era baru dengan strategi produk dan teknologi yang semakin agresif.
Advertisement
Beranjak ke performa keuangan, Apple mencatat pendapatan sebesar USD111,2 miliar atau sekitar Rp1.890 triliun. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di USD95,35 miliar. Sementara itu, laba per saham (EPS) tercatat USD2,01—melampaui prediksi analis yang sebelumnya berada di kisaran USD1,96.
Menariknya, pertumbuhan ini tidak datang dari satu lini saja. Sebaliknya, Apple berhasil menjaga performa di berbagai sektor bisnisnya. Salah satu kontributor terbesar adalah lini iPhone terbaru, yakni iPhone 17, yang mencatat pendapatan hingga USD56,99 miliar. Permintaan terhadap perangkat ini bahkan disebut “luar biasa” dan tumbuh lebih dari 20% dalam dua kuartal berturut-turut.
Selain itu, pasar China yang sebelumnya sempat melemah kini menunjukkan pemulihan. Apple berhasil mencatat pendapatan USD20,49 miliar di wilayah tersebut, melampaui ekspektasi analis. Ini menjadi bukti bahwa brand Apple masih kuat, bahkan di tengah persaingan ketat dengan produsen lokal.
Advertisement
Di sisi lain, lini komputer juga ikut menyumbang pertumbuhan. Produk seperti MacBook Neo yang diluncurkan dengan harga lebih terjangkau berhasil menarik perhatian pasar. Ditambah lagi dengan meningkatnya penggunaan Mac mini sebagai perangkat pemrosesan kecerdasan buatan, performa sektor ini semakin terdorong.
Tak kalah penting, divisi layanan atau Services terus menjadi mesin uang bagi Apple. Dengan pendapatan mencapai USD30,97 miliar, sektor ini menunjukkan stabilitas yang kuat. Layanan seperti iCloud, Apple Music, hingga App Store menjadi sumber pendapatan berulang yang memperkuat fondasi bisnis perusahaan.
Namun demikian, kondisi pasar global sebenarnya tidak sepenuhnya mendukung. Berdasarkan data dari International Data Corporation, pengiriman smartphone global justru turun 4,1% pada kuartal pertama 2026. Meski begitu, Apple tetap mampu mempertahankan posisinya di segmen premium.
Advertisement
Menurut analis IDC, ada kemungkinan Apple akan menaikkan harga untuk lini Pro di masa depan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga margin keuntungan, terutama di tengah meningkatnya biaya produksi. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menghadirkan produk baru seperti iPhone Fold dengan harga premium.
Di sisi lain, tantangan juga mulai terlihat. Tim Cook mengingatkan bahwa kenaikan harga chip memori akibat ekspansi pusat data berbasis AI dapat memberikan tekanan terhadap margin perusahaan mulai pertengahan 2026. Selain itu, pasokan chip dari TSMC juga masih terbatas, yang berpotensi memengaruhi produksi.
Meski menghadapi sejumlah hambatan, kepercayaan pasar terhadap Apple tetap tinggi. Setidaknya 13 broker telah menaikkan target harga saham perusahaan. Bahkan, dengan proyeksi pertumbuhan penjualan antara 14% hingga 17% pada kuartal berikutnya, valuasi Apple diperkirakan akan terus meningkat.
Advertisement
Saat ini, nilai pasar Apple telah mencapai USD3,983 triliun atau sekitar Rp67.711 triliun. Angka ini menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Ke depan, nilai tersebut masih berpotensi bertambah hingga Rp2.431 triliun jika tren positif ini berlanjut.
Fokus Apple berikutnya tertuju pada konferensi pengembang tahunan yang akan digelar dalam waktu dekat. Event ini diprediksi menjadi momen penting untuk mengungkap strategi integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih dalam ke dalam ekosistem produknya.
Dengan kombinasi inovasi produk, strategi bisnis yang matang, serta transisi kepemimpinan yang terencana, Apple tampaknya siap memasuki era baru. Bagi investor maupun pengguna, ini menjadi fase menarik untuk melihat bagaimana perusahaan ini akan terus berevolusi di tengah perubahan industri teknologi yang begitu cepat.
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Era Baru Apple Dimulai: John Ternus Siap Gantikan Tim Cook, Saham AAPL Melejit ke Valuasi Rp67.000 Triliun – Firda Zahara