Belanja di E-Commerce Mulai Ditinggalkan? Alibaba Siapkan AI Qwen untuk Belanja Cukup Lewat Chat

Raksasa teknologi asal China, Alibaba, dikabarkan sedang menyiapkan integrasi teknologi kecerdasan buatan atau AI bernama Qwen ke dalam platform marketplace mereka, yakni Taobao dan Tmall.

Langkah ini diprediksi akan mengubah cara masyarakat berbelanja online secara drastis. Pasalnya, konsumen nantinya tidak lagi perlu melakukan pencarian manual seperti yang biasa dilakukan di marketplace saat ini.

Advertisement

Sebagai gantinya, pengguna cukup berbicara langsung dengan agen AI di aplikasi Qwen. AI tersebut nantinya akan membantu mulai dari mencari produk, membandingkan harga, memberikan rekomendasi, hingga menyelesaikan transaksi pembelian secara otomatis.

Dengan kata lain, pengalaman belanja online akan terasa lebih mirip seperti mengobrol dengan asisten pribadi dibanding membuka aplikasi marketplace biasa.

Belanja Tinggal Ngobrol dengan AI

Berdasarkan laporan yang beredar, aplikasi Qwen nantinya akan terhubung dengan seluruh katalog produk di Taobao dan Tmall. Jumlahnya bahkan disebut mencapai lebih dari 4 miliar produk.

Advertisement

Integrasi ini membuat AI mampu memahami kebutuhan pengguna secara lebih detail. Misalnya, ketika seseorang ingin membeli sepatu olahraga, pengguna cukup mengatakan kebutuhan mereka, seperti warna favorit, ukuran, budget, hingga merek yang diinginkan.

Selanjutnya, AI akan langsung mencarikan pilihan terbaik tanpa pengguna harus membuka banyak toko atau mengetik berbagai kata kunci.

Menariknya lagi, sistem tersebut tidak hanya berhenti di proses pembelian saja. Alibaba juga disebut menambahkan fitur “skills library” yang membuat AI dapat membantu layanan lain, mulai dari pengiriman barang, pelacakan pesanan, hingga layanan purna jual setelah transaksi selesai.

Advertisement

Hal ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar fitur tambahan di marketplace, melainkan mulai menjadi pusat utama dalam aktivitas belanja digital.

Pengalaman Belanja Jadi Lebih Personal

Selain mempermudah pencarian produk, Alibaba juga dikabarkan akan memanfaatkan data riwayat belanja pengguna untuk memberikan rekomendasi yang lebih relevan.

Artinya, AI dapat memahami preferensi konsumen berdasarkan kebiasaan mereka sebelumnya. Semakin sering digunakan, sistem AI tersebut akan semakin memahami kebutuhan pengguna.

Advertisement

Sebagai contoh, jika seseorang sering membeli produk fashion dengan warna tertentu atau rutin membeli gadget dari merek tertentu, AI akan otomatis memberikan rekomendasi yang sesuai tanpa perlu diminta berulang kali.

Pendekatan seperti ini dinilai mampu membuat pengalaman belanja menjadi lebih cepat, efisien, sekaligus personal.

Tak hanya itu, Taobao juga disebut akan menghadirkan fitur virtual try-on berbasis AI. Fitur ini memungkinkan pengguna mencoba produk secara virtual sebelum membeli.

Advertisement

Teknologi tersebut diprediksi akan sangat membantu untuk kategori fashion, aksesoris, hingga produk kecantikan karena konsumen bisa melihat gambaran produk secara lebih realistis.

Selain virtual try-on, pengguna juga akan mendapatkan fitur pemantauan harga hingga 30 hari. Dengan fitur tersebut, AI bisa membantu pengguna mengetahui kapan waktu terbaik membeli produk dengan harga paling murah.

China Mulai Tinggalkan Model E-Commerce Lama

Langkah Alibaba memperlihatkan bagaimana industri e-commerce di China berkembang sangat cepat dalam mengadopsi teknologi AI.

Advertisement

Berbeda dengan marketplace konvensional yang masih mengandalkan pencarian manual dan algoritma rekomendasi biasa, pendekatan baru ini membuat AI menjadi bagian utama dari proses transaksi.

Model seperti ini dinilai jauh lebih interaktif dan efisien, terutama bagi pengguna yang ingin pengalaman belanja lebih praktis.

Di sisi lain, perusahaan teknologi Barat terlihat masih lebih berhati-hati dalam menerapkan AI secara penuh di sektor e-commerce.

Advertisement

Amazon misalnya, saat ini masih menggunakan AI untuk membantu meningkatkan pengalaman pengguna di dalam platform mereka. Namun, AI belum sepenuhnya diberi akses untuk menangani proses transaksi secara langsung.

Sementara itu, Shopify justru memilih membuka akses bagi agen AI eksternal dibanding membangun sistem AI konsumen yang terintegrasi penuh di platform mereka.

Perbedaan pendekatan ini membuat China dinilai lebih agresif dalam membawa AI ke industri perdagangan digital.

Advertisement

Masa Depan Belanja Online Mulai Berubah

Kehadiran AI seperti Qwen bisa menjadi tanda bahwa masa depan e-commerce akan berubah besar dalam beberapa tahun ke depan.

Jika sebelumnya marketplace hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, kini platform digital mulai berubah menjadi asisten pintar yang mampu memahami kebutuhan konsumen secara langsung.

Perubahan ini juga berpotensi mengubah perilaku masyarakat saat berbelanja online. Pengguna kemungkinan tidak lagi sibuk mengetik kata kunci atau membandingkan produk secara manual karena semua proses dapat dilakukan AI dalam hitungan detik.

Advertisement

Selain lebih cepat, sistem seperti ini juga diprediksi membuat pengalaman belanja terasa lebih natural dan nyaman.

Meski begitu, perkembangan tersebut tetap memunculkan sejumlah tantangan, terutama terkait privasi data pengguna dan tingkat ketergantungan terhadap AI dalam mengambil keputusan pembelian.

Namun satu hal yang pasti, persaingan industri e-commerce kini tidak lagi hanya soal diskon dan gratis ongkir. Teknologi AI mulai menjadi senjata utama untuk menarik perhatian konsumen digital di masa depan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Belanja di E-Commerce Mulai Ditinggalkan? Alibaba Siapkan AI Qwen untuk Belanja Cukup Lewat Chat – Firda Zahara

Belanja di E-Commerce Mulai Ditinggalkan? Alibaba Siapkan AI Qwen untuk Belanja Cukup Lewat Chat

Raksasa teknologi asal China, Alibaba, dikabarkan sedang menyiapkan integrasi teknologi kecerdasan buatan atau AI bernama Qwen ke dalam platform marketplace mereka, yakni Taobao dan Tmall.

Langkah ini diprediksi akan mengubah cara masyarakat berbelanja online secara drastis. Pasalnya, konsumen nantinya tidak lagi perlu melakukan pencarian manual seperti yang biasa dilakukan di marketplace saat ini.

Advertisement

Sebagai gantinya, pengguna cukup berbicara langsung dengan agen AI di aplikasi Qwen. AI tersebut nantinya akan membantu mulai dari mencari produk, membandingkan harga, memberikan rekomendasi, hingga menyelesaikan transaksi pembelian secara otomatis.

Dengan kata lain, pengalaman belanja online akan terasa lebih mirip seperti mengobrol dengan asisten pribadi dibanding membuka aplikasi marketplace biasa.

Belanja Tinggal Ngobrol dengan AI

Berdasarkan laporan yang beredar, aplikasi Qwen nantinya akan terhubung dengan seluruh katalog produk di Taobao dan Tmall. Jumlahnya bahkan disebut mencapai lebih dari 4 miliar produk.

Advertisement

Integrasi ini membuat AI mampu memahami kebutuhan pengguna secara lebih detail. Misalnya, ketika seseorang ingin membeli sepatu olahraga, pengguna cukup mengatakan kebutuhan mereka, seperti warna favorit, ukuran, budget, hingga merek yang diinginkan.

Selanjutnya, AI akan langsung mencarikan pilihan terbaik tanpa pengguna harus membuka banyak toko atau mengetik berbagai kata kunci.

Menariknya lagi, sistem tersebut tidak hanya berhenti di proses pembelian saja. Alibaba juga disebut menambahkan fitur “skills library” yang membuat AI dapat membantu layanan lain, mulai dari pengiriman barang, pelacakan pesanan, hingga layanan purna jual setelah transaksi selesai.

Advertisement

Hal ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar fitur tambahan di marketplace, melainkan mulai menjadi pusat utama dalam aktivitas belanja digital.

Pengalaman Belanja Jadi Lebih Personal

Selain mempermudah pencarian produk, Alibaba juga dikabarkan akan memanfaatkan data riwayat belanja pengguna untuk memberikan rekomendasi yang lebih relevan.

Artinya, AI dapat memahami preferensi konsumen berdasarkan kebiasaan mereka sebelumnya. Semakin sering digunakan, sistem AI tersebut akan semakin memahami kebutuhan pengguna.

Advertisement

Sebagai contoh, jika seseorang sering membeli produk fashion dengan warna tertentu atau rutin membeli gadget dari merek tertentu, AI akan otomatis memberikan rekomendasi yang sesuai tanpa perlu diminta berulang kali.

Pendekatan seperti ini dinilai mampu membuat pengalaman belanja menjadi lebih cepat, efisien, sekaligus personal.

Tak hanya itu, Taobao juga disebut akan menghadirkan fitur virtual try-on berbasis AI. Fitur ini memungkinkan pengguna mencoba produk secara virtual sebelum membeli.

Advertisement

Teknologi tersebut diprediksi akan sangat membantu untuk kategori fashion, aksesoris, hingga produk kecantikan karena konsumen bisa melihat gambaran produk secara lebih realistis.

Selain virtual try-on, pengguna juga akan mendapatkan fitur pemantauan harga hingga 30 hari. Dengan fitur tersebut, AI bisa membantu pengguna mengetahui kapan waktu terbaik membeli produk dengan harga paling murah.

China Mulai Tinggalkan Model E-Commerce Lama

Langkah Alibaba memperlihatkan bagaimana industri e-commerce di China berkembang sangat cepat dalam mengadopsi teknologi AI.

Advertisement

Berbeda dengan marketplace konvensional yang masih mengandalkan pencarian manual dan algoritma rekomendasi biasa, pendekatan baru ini membuat AI menjadi bagian utama dari proses transaksi.

Model seperti ini dinilai jauh lebih interaktif dan efisien, terutama bagi pengguna yang ingin pengalaman belanja lebih praktis.

Di sisi lain, perusahaan teknologi Barat terlihat masih lebih berhati-hati dalam menerapkan AI secara penuh di sektor e-commerce.

Advertisement

Amazon misalnya, saat ini masih menggunakan AI untuk membantu meningkatkan pengalaman pengguna di dalam platform mereka. Namun, AI belum sepenuhnya diberi akses untuk menangani proses transaksi secara langsung.

Sementara itu, Shopify justru memilih membuka akses bagi agen AI eksternal dibanding membangun sistem AI konsumen yang terintegrasi penuh di platform mereka.

Perbedaan pendekatan ini membuat China dinilai lebih agresif dalam membawa AI ke industri perdagangan digital.

Advertisement

Masa Depan Belanja Online Mulai Berubah

Kehadiran AI seperti Qwen bisa menjadi tanda bahwa masa depan e-commerce akan berubah besar dalam beberapa tahun ke depan.

Jika sebelumnya marketplace hanya menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli, kini platform digital mulai berubah menjadi asisten pintar yang mampu memahami kebutuhan konsumen secara langsung.

Perubahan ini juga berpotensi mengubah perilaku masyarakat saat berbelanja online. Pengguna kemungkinan tidak lagi sibuk mengetik kata kunci atau membandingkan produk secara manual karena semua proses dapat dilakukan AI dalam hitungan detik.

Advertisement

Selain lebih cepat, sistem seperti ini juga diprediksi membuat pengalaman belanja terasa lebih natural dan nyaman.

Meski begitu, perkembangan tersebut tetap memunculkan sejumlah tantangan, terutama terkait privasi data pengguna dan tingkat ketergantungan terhadap AI dalam mengambil keputusan pembelian.

Namun satu hal yang pasti, persaingan industri e-commerce kini tidak lagi hanya soal diskon dan gratis ongkir. Teknologi AI mulai menjadi senjata utama untuk menarik perhatian konsumen digital di masa depan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Belanja di E-Commerce Mulai Ditinggalkan? Alibaba Siapkan AI Qwen untuk Belanja Cukup Lewat Chat – Firda Zahara