Tragedi kebakaran di Wang Fuk Court Hongkong

Tragedi Kebakaran di Wang Fuk Court

Hong Kong sedang bergulat dengan tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah kebakaran besar di gedung tinggi yang menghancurkan kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po. Pihak berwenang menyebut bencana ini sebagai yang terburuk dalam sejarah modern kota tersebut. Kebakaran, yang dimulai pada Rabu sore, dengan cepat meningkat menjadi kobaran api yang dahsyat, melahap beberapa menara tempat tinggal dan mengakibatkan jumlah korban jiwa yang mengejutkan serta krisis kemanusiaan besar.

Bencana Kebakaran yang Tak Terkendali

Bencana melanda perumahan Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan publik besar yang dibangun pada tahun 1983 dan menjadi rumah bagi hampir 4.600 penduduk di delapan menara. Kompleks tersebut sedang menjalani renovasi besar-besaran, sebuah faktor yang kini menjadi pusat perhatian dalam skala bencana.

Penyebaran Cepat: Kebakaran diyakini bermula dari perancah bambu dan jaring plastik yang melilit bangunan untuk pekerjaan pemeliharaan. Material yang sangat mudah terbakar, termasuk lembaran styrofoam yang ditemukan menutupi jendela lift di berbagai lantai, diduga bertindak sebagai sumbu, memungkinkan api menyebar dengan cepat baik secara vertikal maupun horizontal di tujuh dari delapan menara.

Jumlah Korban: Jumlah korban tewas yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi 94 orang, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran, menjadikannya kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade. Selain itu, ratusan penduduk awalnya dilaporkan hilang atau tidak diketahui keberadaannya saat tim penyelamat berjuang untuk menavigasi lantai yang penuh asap dan tidak stabil secara struktural. Setidaknya 76 orang terluka, banyak yang kritis, karena menghirup asap dan luka bakar.


Peringatan yang Gagal: Saksi mata dan korban selamat melaporkan bahwa mereka tidak mendengar alarm kebakaran, memaksa penduduk berlarian di seluruh kompleks, dengan panik mengetuk pintu dan membunyikan bel pintu untuk memperingatkan tetangga mereka, banyak di antaranya adalah lansia dan sedang beristirahat sore.

Risiko Gedung Tinggi

Tragedi Wang Fuk Court telah mengungkap kerentanan kritis dalam lingkungan perkotaan Hong Kong yang unik dan sangat padat, memunculkan pertanyaan yang mendesak dan menyakitkan tentang keselamatan konstruksi dan protokol kebakaran.

Material Mudah Terbakar: Penggunaan tradisional perancah bambu dan jaring/terpal yang tidak sesuai standar untuk renovasi eksterior sedang diselidiki secara intensif. Penyelidik menduga material eksternal tidak memenuhi standar keselamatan kebakaran, mempercepat naiknya api, mirip dengan kebakaran fatal di Menara Grenfell di London. Kehadiran kelebihan sampah konstruksi yang mudah terbakar, seperti kemasan busa, telah menyebabkan penangkapan atas dugaan pembunuhan tidak disengaja (manslaughter).

Kehidupan Kota Vertikal: Lanskap perumahan Hong Kong didominasi oleh menara-menara tinggi, dan kepadatan populasi yang luar biasa di perumahan seperti Wang Fuk Court—dengan hampir 2.000 unit—mengubah kebakaran lokal menjadi bencana massal. Angin kemungkinan membawa puing-puing yang terbakar dan api dari satu blok ke blok lain, menyebarkan kobaran api di luar batas penahanan awal.

Hambatan Penyelamatan: Petugas pemadam kebakaran menghadapi kondisi ekstrem, dengan puing-puing berjatuhan, perancah yang runtuh, koridor yang tidak stabil, dan jarak pandang terbatas karena asap tebal. Tingkat alarm kebakaran tertinggi (No. 5) diumumkan, mengerahkan ratusan petugas pemadam kebakaran, tetapi panas yang luar biasa dan sifat kebakaran yang meluas sangat menghambat upaya pencarian dan penyelamatan selama lebih dari 24 jam.

Dampak dan Akuntabilitas

Saat kota berduka, fokus telah bergeser ke pemulihan, dukungan, dan tuntutan mendesak untuk akuntabilitas.

Tanggapan Cepat: Kepala Eksekutif John Lee telah memerintahkan inspeksi segera terhadap semua perumahan publik yang sedang menjalani renovasi besar-besaran dan mengumumkan dana bantuan signifikan untuk mendukung warga yang terkena dampak, banyak dari mereka kini kehilangan tempat tinggal.

Investigasi Kriminal: Polisi telah menangkap setidaknya tiga orang, termasuk direktur dan konsultan dari perusahaan konstruksi yang mengawasi renovasi, atas dugaan kelalaian besar yang memungkinkan api menyebar tidak terkendali. Badan anti-korupsi Hong Kong juga telah meluncurkan penyelidikan terhadap proyek tersebut.

Peninjauan Keselamatan: Kebakaran tersebut telah memicu perdebatan di seluruh kota tentang masa depan konstruksi, dengan para pejabat mengindikasikan potensi transisi dari bambu ke perancah baja yang lebih aman untuk proyek-proyek besar guna mengurangi risiko di masa depan.

Tragedi di Wang Fuk Court adalah pengingat suram akan bahaya yang selalu ada di kota-kota vertikal yang padat penduduk. Hal ini telah menghancurkan komunitas, meninggalkan kompleks yang menghitam sebagai peringatan bagi para korban dan peringatan keras bahwa dalam perjuangan melawan api, setiap peraturan keselamatan adalah kebutuhan penyelamat nyawa.


Selanjutnya
close