{"id":4381,"date":"2026-09-19T19:27:49","date_gmt":"2026-09-19T19:27:49","guid":{"rendered":"https:\/\/jobenka.com\/all\/claude-anthropic-berhasil-membobol-sistem-openai-celah-keamanan-chatgpt-terungkap\/"},"modified":"2026-09-19T19:27:49","modified_gmt":"2026-09-19T19:27:49","slug":"claude-anthropic-berhasil-membobol-sistem-openai-celah-keamanan-chatgpt-terungkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jobenka.com\/all\/claude-anthropic-berhasil-membobol-sistem-openai-celah-keamanan-chatgpt-terungkap\/","title":{"rendered":"Claude Anthropic Berhasil Membobol Sistem OpenAI, Celah Keamanan ChatGPT Terungkap"},"content":{"rendered":"<div>\n<div><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) ternyata tidak hanya membawa kemajuan dalam berbagai bidang, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi keamanan siber. Salah satu contohnya baru-baru ini terjadi ketika sekelompok peneliti keamanan independen menggunakan AI buatan Anthropic, Claude, untuk menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan pada sistem OpenAI.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam laporan TechCrunch pada Jumat (18\/9), kelompok peneliti keamanan tersebut diketahui memanfaatkan Claude untuk menguji sistem milik OpenAI, perusahaan yang berada di balik ChatGPT. Temuan ini sebelumnya dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan melibatkan tiga peneliti dari perusahaan rintisan keamanan siber Hacktron AI.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, aksi tersebut bukan dilakukan untuk merusak sistem atau mencuri data. Sebaliknya, Hacktron AI melakukan pengujian sebagai bagian dari program bug bounty yang disediakan OpenAI. Program tersebut memberikan imbalan kepada peneliti keamanan yang berhasil menemukan dan melaporkan celah dalam sistem perusahaan.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menemukan kerentanan, Hacktron AI langsung melaporkannya kepada OpenAI. Atas temuan tersebut, para peneliti mendapatkan penghargaan sebesar 6.500 dolar AS atau sekitar Rp115 juta.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski demikian, kasus ini tetap menjadi perhatian karena memperlihatkan bagaimana AI dapat digunakan untuk membantu menemukan celah keamanan pada perusahaan teknologi besar. Terlebih, saat ini kepercayaan terhadap perusahaan AI juga sedang menghadapi tantangan, terutama dalam hal keamanan dan perlindungan terhadap sistem digital.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gabungkan Dua Kerentanan Kritis<\/h3>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pengujiannya, Hacktron AI disebut berhasil menggabungkan dua kerentanan kritis. Kombinasi tersebut memungkinkan mereka memperoleh akses ke sejumlah akun ChatGPT milik karyawan OpenAI.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak berhenti sampai di sana, celah yang ditemukan juga memberikan akses terhadap perangkat lunak internal perusahaan. Dengan kata lain, AI tidak sekadar membantu peneliti menemukan masalah, tetapi turut berperan dalam proses eksploitasi kerentanan tersebut.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">OpenAI kemudian menyatakan bahwa masalah yang ditemukan Hacktron AI telah diperbaiki. Perusahaan juga memastikan bahwa kerentanan tersebut sudah ditangani sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan dengan cara yang sama.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kasus ini tetap menjadi peringatan bagi industri AI. Sebab, kemampuan teknologi yang awalnya dirancang untuk membantu pekerjaan juga dapat dimanfaatkan untuk mencari kelemahan sistem digital.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasi tersebut bahkan bukan pertama kalinya AI digunakan dalam pengujian keamanan terhadap perusahaan teknologi. Beberapa minggu sebelumnya, agen AI milik OpenAI diketahui sempat melakukan serangan terhadap Hugging Face, sebuah platform yang digunakan untuk berbagi dan mengembangkan model AI terbuka. Serangan tersebut dilakukan ketika kemampuan agen AI sedang menjalani evaluasi keamanan.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">AI Semakin Mampu Menemukan Celah<\/h3>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Temuan Hacktron AI memperlihatkan bahwa teknologi AI yang tersedia secara luas kini semakin mampu membantu proses pencarian kerentanan. Kondisi ini menjadi perhatian para pakar keamanan siber karena kemampuan tersebut berpotensi digunakan oleh pihak yang memiliki niat buruk.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CEO perusahaan keamanan AI Gray Swan, Matt Fredrikson, menilai perkembangan ini seharusnya menjadi pengingat bahwa perusahaan tidak boleh menganggap sistem mereka aman hanya karena telah menerapkan berbagai lapisan perlindungan.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Fredrikson, dengan biaya sekitar 200 dolar AS atau sekitar Rp3,5 juta per bulan, seseorang sudah dapat mengakses berbagai perangkat AI dengan kemampuan yang cukup untuk membantu melakukan serangan terhadap perusahaan teknologi.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menilai bahwa jika perusahaan besar seperti OpenAI saja dapat menghadapi situasi semacam ini, perusahaan lain juga memiliki kemungkinan mengalami hal serupa.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJika hal itu bisa terjadi pada mereka \u2014 dan saya rasa mereka tidak mengabaikan aspek keamanan siber akhir-akhir ini \u2014 hal itu bisa terjadi pada siapa pun,\u201d ujar Fredrikson.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kemampuan Claude Berubah Setelah Model Baru Dirilis<\/h3>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada bagian lain dari kasus ini yang tidak kalah menarik. Hacktron AI mengungkap bahwa model Claude yang mereka gunakan pada awal pengujian ternyata belum mampu menghasilkan eksploitasi yang benar-benar berfungsi.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat itu, peneliti menggunakan versi khusus Claude Opus 4.8 yang disediakan bagi peneliti keamanan siber. Selama beberapa sesi pengujian, model tersebut masih kesulitan membuat eksploitasi yang dapat digunakan.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Situasinya kemudian berubah setelah Anthropic merilis model yang lebih baru, yakni Opus 5.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hacktron AI mengatakan bahwa hanya dalam beberapa jam setelah model baru tersebut dirilis, mereka kembali memberikan masalah yang sama kepada AI. Hasilnya, model tersebut berhasil membantu menghasilkan eksploitasi yang dapat digunakan untuk mengeksploitasi celah keamanan.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan kemampuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kasus ini. Pasalnya, peningkatan kemampuan model AI dapat membuat proses pencarian kerentanan menjadi jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, terdapat perbedaan kebijakan keamanan antara model yang digunakan Hacktron dan model yang lebih baru. Claude Opus 5 yang digunakan dalam pengujian tersebut tidak menghadapi pembatasan ekspor terkait kemampuan keamanan seperti versi Mythos 5 yang sempat diblokir sementara karena kekhawatiran mengenai kemampuan peretasan tingkat lanjut.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">AI Jadi Solusi Sekaligus Ancaman<\/h3>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus Claude dan OpenAI pada akhirnya memperlihatkan dua sisi perkembangan AI yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, kemampuan AI untuk menemukan celah keamanan dapat membantu perusahaan mendeteksi dan memperbaiki masalah dengan lebih cepat.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan bantuan AI, peneliti keamanan dapat menguji sistem dalam skala yang lebih besar dan menemukan kerentanan yang mungkin sulit diketahui melalui pengujian manual.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, di sisi lain, kemampuan tersebut juga dapat menjadi ancaman apabila digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Teknologi yang sama untuk memperbaiki sistem dapat dimanfaatkan untuk mencari jalan masuk dan mengeksploitasi target.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, semakin canggih kemampuan AI, semakin penting pula sistem keamanan yang mengimbanginya. Kasus OpenAI ini menunjukkan bahwa perusahaan teknologi tidak cukup hanya mengembangkan model AI yang semakin pintar, tetapi juga harus memastikan teknologi tersebut tidak membuka risiko baru bagi keamanan digital.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, perkembangan AI menghadirkan perlombaan baru di dunia keamanan siber. Peneliti berusaha menggunakan AI untuk menemukan kelemahan lebih cepat, sementara perusahaan harus memastikan sistem mereka mampu menghadapi kemampuan AI yang terus berkembang. Dengan perkembangan tersebut, kewaspadaan terhadap keamanan siber menjadi semakin penting, bahkan bagi perusahaan teknologi dengan sistem keamanan yang paling canggih sekalipun.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p>\n                        Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di<br \/>\n                        Google News.<br \/>\n                        Baca berita otomotif untuk perempuan di<br \/>\n                        Otodiva.id,<br \/>\n                        kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi<br \/>\n                        Gizmologi.id.<br \/>\n                        Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca<br \/>\n                        Traveldiva.id.\n                    <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p><sub>Claude Anthropic Berhasil Membobol Sistem OpenAI, Celah Keamanan ChatGPT Terungkap &#8211; Firda Zahara <\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) ternyata tidak hanya membawa kemajuan dalam berbagai bidang, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi keamanan siber. Salah satu contohnya baru-baru ini terjadi ketika sekelompok peneliti keamanan &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4382,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/Claude.webp","fifu_image_alt":"Claude Anthropic Berhasil Membobol Sistem OpenAI, Celah Keamanan ChatGPT Terungkap","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13],"class_list":["post-4381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-baru","tag-tekno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4381","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4381"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4381\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}