{"id":4207,"date":"2026-09-02T07:18:19","date_gmt":"2026-09-02T07:18:19","guid":{"rendered":"https:\/\/jobenka.com\/all\/jelajah-sejarah-borobudur-dengan-ethical-ai-di-gik-menarik-minat-generasi-muda\/"},"modified":"2026-09-02T07:18:19","modified_gmt":"2026-09-02T07:18:19","slug":"jelajah-sejarah-borobudur-dengan-ethical-ai-di-gik-menarik-minat-generasi-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jobenka.com\/all\/jelajah-sejarah-borobudur-dengan-ethical-ai-di-gik-menarik-minat-generasi-muda\/","title":{"rendered":"Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda"},"content":{"rendered":"<div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagaimana jika relief Candi Borobudur tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi bisa \u201cbercerita\u201d dan mengajak pengunjung masuk ke dalam kehidupan masa lalu? Gagasan itulah yang ditawarkan Galeri Indonesia Kaya melalui\u00a0Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><figcaption>Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda 9<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulai 1 September 2026, ruang publik di West Mall Grand Indonesia, Jakarta, menghadirkan pengalaman imersif yang mempertemukan sejarah, budaya, teknologi, dan seni pertunjukan. Berbeda dari sekadar pertunjukan visual, Purwacarita Borobudur dirancang sebagai perjalanan untuk mengenal kembali asal-usul, tokoh, relief, arsitektur, hingga pesan moral di balik salah satu mahakarya budaya Indonesia tersebut.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program Director Galeri Indonesia Kaya,\u00a0Renitasari Adrian, mengatakan pendekatan teknologi dipilih agar sejarah dapat dipelajari dengan cara yang lebih dekat dengan generasi masa kini.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagi kami, melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan cerita, nilai, dan identitas di dalamnya tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya,\u201d ujar Renitasari.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pengalaman tersebut, pengunjung dapat mengikuti delapan fitur utama, yakni Sapa Borobudur, Karmawibhangga dan Avadana, Batu Carita, Mandala, Jelajah Borobudur, Buku Carita, Harmoni Borobudur, serta Asal Mula Borobudur The Movie.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9565-1024x1024.webp\" alt=\"Img 9565\" class=\"wp-image-160010\" title=\"Jelajah Sejarah Borobudur Dengan Ethical Ai Di Gik: Menarik Minat Generasi Muda 5\" srcset=\"\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9565-1024x1024.webp 1024w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9565-300x300.webp 300w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9565-150x150.webp 150w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9565-1536x1536.webp 1536w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9565-2048x2048.webp 2048w\"><figcaption>Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda 10<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Relief Karmawibhangga, misalnya, diterjemahkan menjadi pengalaman teater imersif yang mengajak pengunjung memahami konsep sebab-akibat atau karma. Sementara itu, relief Avadana menghadirkan kisah Pangeran Sudhana dan Putri Manohara.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dua tokoh Wangsa Sailendra, Raja Samaratungga dan Putri Pramodhawardhani, juga menjadi bagian penting dalam narasi. Kehadiran keduanya membantu pengunjung memahami konteks pembangunan Borobudur, termasuk gagasan dan kehidupan masyarakat pada masa tersebut.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengalaman itu kemudian diperluas melalui teknologi interaktif. Dengan sensor gerak, pengunjung dapat berinteraksi dengan representasi flora dan fauna yang terdapat dalam relief, seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah. Pengunjung juga dapat menelusuri kembali rute sakral peziarah purba dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk Borobudur.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Paradiva, pendekatan tersebut memberikan cara berbeda untuk mengenal Borobudur sebelum melihatnya secara langsung. Relief yang selama ini mungkin terasa statis diterjemahkan menjadi rangkaian cerita yang dapat dilihat, dimainkan, dan dieksplorasi.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketika AI Harus Tunduk pada Fakta Sejarah<\/strong><\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di balik pengalaman visual tersebut terdapat proses kurasi yang menjadi bagian penting dari proyek. Purwacarita Borobudur dikembangkan melalui kolaborasi Galeri Indonesia Kaya,\u00a0Curaweda, dan\u00a0Bening Digital Indonesia, dengan riset sejarah sebagai pijakan utama.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9554-1024x1024.webp\" alt=\"Img 9554\" class=\"wp-image-160011\" title=\"Jelajah Sejarah Borobudur Dengan Ethical Ai Di Gik: Menarik Minat Generasi Muda 6\" srcset=\"\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9554-1024x1024.webp 1024w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9554-300x300.webp 300w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9554-150x150.webp 150w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9554-1536x1536.webp 1536w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9554-2048x2048.webp 2048w\"><figcaption>Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda 11<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data dan narasi yang digunakan merujuk pada sumber sejarah, termasuk Prasasti Karangtengah tahun 824 M dan Prasasti Tri Tepusan tahun 842 M. Sementara itu, naskah, karakter, busana, artefak, arsitektur, serta elemen visual melalui proses kurasi dan validasi akademik dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada dan validasi profesional dari Museum dan Cagar Budaya.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan tersebut menjadi penting karena penggunaan AI untuk merepresentasikan masa lalu memiliki tantangan tersendiri. Salah satu persoalan yang dihadapi Curaweda adalah keterbatasan model AI umum ketika harus menghasilkan visual yang sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat Nusantara pada masa lampau.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9584-1024x1024.webp\" alt=\"Img 9584\" class=\"wp-image-160012\" title=\"Jelajah Sejarah Borobudur Dengan Ethical Ai Di Gik: Menarik Minat Generasi Muda 7\" srcset=\"\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9584-1024x1024.webp 1024w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9584-300x300.webp 300w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9584-150x150.webp 150w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9584-1536x1536.webp 1536w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9584-2048x2048.webp 2048w\"><figcaption>Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda 12<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Founder dan CEO Curaweda,\u00a0Azhar Muhammad Fuad, menjelaskan Curaweda bahkan harus mengembangkan teknologi dan\u00a0<em>stack<\/em>\u00a0yang lebih sesuai dengan kebutuhan proyek. Model AI yang tersedia secara umum memiliki sistem pembatasan tertentu, sementara visualisasi sejarah membutuhkan representasi yang tidak selalu sesuai dengan standar visual masa kini.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKarena notabene negara Indonesia pada zaman itu, Nusantara, tidak menggunakan busana seperti sekarang. Kalau hanya menggunakan model AI yang tersedia, konteks sejarahnya bisa menjadi masalah. Itu yang akhirnya memaksa kita mengembangkan sendiri,\u201d kata Azhar.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pengembangan teknologi bukan tujuan utama Curaweda. Perusahaan tersebut justru menempatkan metodologi\u00a0<em>Ethical AI<\/em>\u00a0sebagai fondasi agar teknologi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Azhar, prosesnya tidak berhenti pada pembuatan konten. Sejak tahap praproduksi, produksi hingga pascaproduksi, harus ada mekanisme\u00a0<em>tracing<\/em>\u00a0yang jelas mengenai dari mana data berasal, bagaimana data digunakan, siapa yang melakukan validasi, serta bagaimana hasil akhirnya dijaga.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAI kami perlakukan sebagai kuas, sementara kanvasnya tetap fakta sejarah yang telah divalidasi para ahli,\u201d ujar Azhar.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Dari Prototype Museum AI hingga Borobudur<\/strong><\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Curaweda sendiri tidak lahir secara tiba-tiba. Menurut Azhar, gagasan mengenai pengembangan\u00a0<em>engine<\/em>\u00a0telah dibicarakan para pendirinya sejak 2017. Namun, perusahaan baru berdiri secara lebih serius pada 2023.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahun yang sama, Curaweda memperoleh dana hibah untuk mengembangkan prototype museum AI tiga layar bersama Telkom University di Bandung. Proyek tersebut kemudian menjadi pijakan bagi pengembangan proyek-proyek berikutnya.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 2025, Curaweda mengembangkan museum AI di Keraton Kasepuhan Cirebon dengan mengangkat kisah Raja Matangaji. Pada 2026, pengembangan berlanjut ke sejumlah lokasi, termasuk kawasan Taman Mini Indonesia Indah dan Galeri Indonesia Kaya.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"https:\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9568-1024x1024.webp\" alt=\"Img 9568\" class=\"wp-image-160013\" title=\"Jelajah Sejarah Borobudur Dengan Ethical Ai Di Gik: Menarik Minat Generasi Muda 8\" srcset=\"\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9568-1024x1024.webp 1024w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9568-300x300.webp 300w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9568-150x150.webp 150w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9568-1536x1536.webp 1536w, \/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9568-2048x2048.webp 2048w\"><figcaption>Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda 13<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Azhar menyebut Curaweda kini ingin tetap fokus pada sejarah dan budaya. Alasannya sederhana: Indonesia memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat besar, tetapi belum semuanya mendapatkan pengemasan dan pengalaman yang menarik bagi publik.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIndonesia punya lebih dari 400 museum, lebih dari 250 keraton atau kerajaan, dan ribuan cagar budaya. Kami ingin ada startup yang membantu menghidupkan kembali tempat-tempat itu. Tidak apa-apa menjadi niche market, yang penting impact-nya ada,\u201d kata Azhar.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Curaweda, teknologi hanyalah sarana. Ketika model AI terus berkembang dan platform baru bermunculan, hal yang ingin mereka pertahankan adalah metodologi untuk memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, Purwacarita Borobudur tidak sekadar menjadi proyek teknologi. Ia menjadi eksperimen tentang bagaimana kecerdasan buatan dapat digunakan untuk membawa sejarah ke medium baru tanpa mengorbankan disiplin sejarah.<\/p>\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTeknologi digital memiliki potensi besar untuk mendekatkan sejarah kepada publik, selama teknologi mengikuti disiplin sejarah, bukan sejarah yang mengikuti tuntutan teknologi,\u201d ujar\u00a0Dr. Sri Margana, M.Phil., kurator dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n<p>        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p>\n                        Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di<br \/>\n                        Google News.<br \/>\n                        Baca berita otomotif untuk perempuan di<br \/>\n                        Otodiva.id,<br \/>\n                        kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi<br \/>\n                        Gizmologi.id.<br \/>\n                        Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca<br \/>\n                        Traveldiva.id.\n                    <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p><sub>Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda &#8211; Herning Banirestu <\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana jika relief Candi Borobudur tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah, tetapi bisa \u201cbercerita\u201d dan mengajak pengunjung masuk ke dalam kehidupan masa lalu? Gagasan itulah yang ditawarkan Galeri Indonesia Kaya &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4208,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2026\/09\/IMG_9589-1024x1024.webp","fifu_image_alt":"Jelajah Sejarah Borobudur dengan Ethical AI di GIK: Menarik Minat Generasi Muda","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13],"class_list":["post-4207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-baru","tag-tekno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4207"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4207\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}