{"id":2295,"date":"2026-04-23T07:51:11","date_gmt":"2026-04-23T07:51:11","guid":{"rendered":"https:\/\/jobenka.com\/all\/google-tunduk-pp-tunas-youtube-batasi-usia-pengguna-menjadi-minimum-16-tahun\/"},"modified":"2026-04-23T07:51:11","modified_gmt":"2026-04-23T07:51:11","slug":"google-tunduk-pp-tunas-youtube-batasi-usia-pengguna-menjadi-minimum-16-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jobenka.com\/all\/google-tunduk-pp-tunas-youtube-batasi-usia-pengguna-menjadi-minimum-16-tahun\/","title":{"rendered":"Google Tunduk PP Tunas, Youtube Batasi Usia Pengguna Menjadi Minimum 16 Tahun"},"content":{"rendered":"<div><?xml encoding=\"UTF-8\"???><pTekno - Google akhirnya dinyatakan mematuhi peraturan pembatasan usia pengguna minimum 16 tahun oleh pemerintah Indonesia. Sesuai dengan aturan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).\u00a0<\/p>\n<p>Kini, Youtube telah menerapkan batas usia minimum 16 tahun bagi pengguna di Indonesia.\u00a0 Selain itu, Google juga telah mengantarkan surat kepatuhan terhadap PP Tunas secara langsung kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai tanda komitmen atas peraturan tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cPada hari ini, pemerintah mengapresiasi karena Youtube telah mengantarkan surat kepatuhan. Surat kepatuhannya sudah diserahkan secara resmi,\u201d ungkap Meutya Hafid yang dikutip dari pernyataan resminya pada Selasa (22\/4).\u00a0<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>\u201cHari ini memang secara perubahan kasat matanya yang bisa dilihat adalah untuk notifikasi atau pemberitahuan batas usia minimum 16 tahun sudah dilakukan leh platform Youtube,\u201d imnbuhnya.\u00a0<\/p>\n<p>Tak hanya membatasi usia pengguna, Youtube juga berencana untuk menonaktifkan akun anak secara bertahap. Sekaligus, menghentikan iklan yang menyasar anak dan remaja.\u00a0<\/p>\n<p>Perubahan usia minimum di bawah 16 tahun ini sudah tercantum dalam pedoman komunitas (community guidelines) Youtube. Sebelumnya, platform telah menyatakan mematuhi aturan PP Tunas, namun Komdigi menilai Yotuube belum tunduk sepenuhnya oleh regulasi tersebut.\u00a0<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>\u201cCommunity guide-nya sudah berubah. Jadi kalau hari ini diperiksa sudah disebutkan bahwa di bawah 16 tahun. Ini memang ada perubahan dari bahasa yang sebelumnya ditempelkan di community guidelines Youtube \u201cmungkin 16 tahun\u201d menjadi sudah firm bahwa tidak boleh di 16 tahun ke bawah,\u201d ungkap Meutya.\u00a0<\/p>\n<p>Kepala Hub Pemerintah dan Kebijakan Asia Pasifik Youtube Danny Ardianto menyatakan bahwa Youtube telah sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong perlindungan anak dan remaja di ruang digital.<\/p>\n<p>Kendati demikian, Danny tidak menjelaskan lebih lanjut terkait mekanisme deaktivasi akun Youtube untuk anak di bawah 16 tahun. Ia hanya menyebut akan bekerja sama dengan Komdigi selama proses tersebut.\u00a0<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>\u201cKami masih terus bekerja sama dengan Komdigi untuk selama proses ini berjalan. Jadi, akan kami sampaikan juga detailnya kepada Komdigi selama proses implementasi ini berjalan,\u201d ungkap Danny.\u00a0<\/p>\n<p>Meutya menyampaikan bahwa proses deaktivasi akun Youtube dilakukan secara bertahap. Selama proses ini berlangsung, anak dan remaja masih dapat mengakses akun mereka, meski beberapa akun lainnya sudah dinonatkifkan.<\/p>\n<p>\u201cNamun demikian dari pemerintah akan terus meminta laporan angka per angka dari para platform untuk memastikan bahwa inisiasi itu juga ditindaklanjuti dengan gerakan-gerakan nyata untuk mendeaktivasi akun-akun anak yang berada di ranah digital atau di platform tersebut,\u201d jelas Meutya.\u00a0<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>Di samping itu, Meutya turut menyampaikan bahwa secara keseluruhan tujuh dari delapan platform dinyatakan telah mematuhi PP Tunas. Dimulai dari X, Bigolive, Meta, TikTok dan Youtube.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cArtinya, keseluruhan tujuh platform dimulai dari X, Bigolive, Meta yang terdiri dari IG, Facebook, Thread, TikTok, kemudian YouTube, ini semua sudah memberikan komitmen kepada Tuhan untuk bersama-sama dengan pemerintah untuk melindungi anak-anak di Indonesia di ranah digital.\u201d ungkapnya.\u00a0<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa Roblox masih dalam tahap komunikasi untuk berkomitmen sepenuhnya mematuhi regulasi tersebut. Meutya berharap dalam waktu dekat platform segera mematuhi PP Tunas seperti tujuh platform lainnya.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>\u201cRoblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga bisa melihat kepatuhan yang sama,\u201d pungkas Meutya.\u00a0<\/p>\n<div>\n<p>\n                        Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di<br \/>\n                        Google News.<br \/>\n                        Baca berita otomotif untuk perempuan di<br \/>\n                        Otodiva.id,<br \/>\n                        kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi<br \/>\n                        Gizmologi.id.<br \/>\n                        Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca<br \/>\n                        Traveldiva.id.\n                    <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p><sub>Google Tunduk PP Tunas, Youtube Batasi Usia Pengguna Menjadi Minimum 16 Tahun &#8211; Nadhira Aliya Nisriyna <\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13],"class_list":["post-2295","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-baru","tag-tekno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2295","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2295"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2295\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2295"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2295"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2295"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}