{"id":1338,"date":"2026-02-17T19:11:49","date_gmt":"2026-02-17T19:11:49","guid":{"rendered":"https:\/\/jobenka.com\/all\/tak-lagi-produksi-smartphone-asus-ingin-jadi-raja-ai\/"},"modified":"2026-02-17T19:11:49","modified_gmt":"2026-02-17T19:11:49","slug":"tak-lagi-produksi-smartphone-asus-ingin-jadi-raja-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jobenka.com\/all\/tak-lagi-produksi-smartphone-asus-ingin-jadi-raja-ai\/","title":{"rendered":"Tak Lagi Produksi Smartphone, ASUS Ingin Jadi Raja AI?"},"content":{"rendered":"<div><?xml encoding=\"UTF-8\"???><pTekno - Bagi para penggemar gadget, smartphone ASUS bukan sekadar merek, melainkan simbol inovasi yang berani\u2014mulai dari seri Zenfone yang ringkas hingga keganasan ROG Phone yang merajai jagat <em>gaming<\/em>. Namun, keheningan menyelimuti lantai bursa dan forum teknologi ketika kabar burung mengenai penghentian produksi smartphone Android mereka mulai berhembus kencang. Bayangkan sebuah era di mana logo \u201cSearch for Incredible\u201d tak lagi menghiasi saku celana kita, melainkan berpindah sepenuhnya ke balik layar algoritma yang tak kasat mata.<\/p>\n<p>Perjalanan ini bermula dari langkah restrukturisasi internal yang memicu spekulasi panas di kalangan pengamat industri. Meskipun smartphone ASUS dikenal sebagai pemain yang gigih, tekanan pasar smartphone global yang kian jenuh memaksa raksasa Taiwan ini untuk memutar kemudi dengan tajam. Langkah ini bukan sekadar tentang menutup satu divisi, melainkan sebuah pertaruhan besar untuk melompat ke gerbong paling depan dalam revolusi digital berikutnya. Di balik layar, ada pergeseran paradigma yang sedang terjadi: transisi dari perangkat keras fisik menuju kecerdasan buatan yang imersif.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><figcaption class=\"wp-element-caption\">ASUS ROG Phone 8<\/figcaption><\/figure>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Smartphone ASUS Search for Incredible<\/h2>\n<p>Keputusan ini tentu meninggalkan luka bagi mereka yang setia menunggu kehadiran Zenfone seri terbaru setiap tahunnya. Namun, jika kita melihat lebih dalam ke ruang kemudi perusahaan, terlihat jelas bahwa smartphone ASUS sedang melakukan \u201cpembersihan rumah\u201d untuk memberikan ruang bagi ambisi yang lebih besar. Transformasi ini menandai berakhirnya sebuah babak panjang dalam sejarah Android ASUS, sekaligus membuka gerbang menuju masa depan yang sepenuhnya didorong oleh kekuatan <em>Artificial Intelligence<\/em> (AI).<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>Jonney Shih, Chairman ASUS, menyatakan pada acara gala akhir tahun perusahaan pada tahun 2025 bahwa Asus tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa mendatang.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cNamun, para pemilik ponsel Asus saat ini akan tetap diperhatikan melalui pembaruan perangkat lunak dan dukungan garansi, setidaknya untuk saat ini. Sebaliknya, sumber daya akan dialihkan untuk mendukung produk-produk yang sedang tren seperti robot AI dan kacamata pintar,\u201d ujar Jonney, seperti dikutip dari BGR.com<\/p>\n<\/blockquote>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pergeseran Fokus: Dari Perangkat Genggam ke Otak Buatan<\/h3>\n<p>Langkah smartphone ASUS untuk mengevaluasi kembali eksistensi lini smartphone-nya didorong oleh realitas ekonomi yang tak terelakkan. Dalam beberapa tahun terakhir, margin keuntungan di pasar smartphone Android semakin menipis akibat persaingan harga yang brutal dari produsen Tiongkok. ASUS menyadari bahwa untuk tetap relevan dan menguntungkan, mereka tidak bisa hanya mengandalkan penjualan unit perangkat keras yang siklusnya sangat cepat dan berisiko tinggi secara logistik.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>Oleh karena itu, pengalihan sumber daya ke sektor AI menjadi langkah yang sangat logis secara strategis. Dengan mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam ekosistem PC, server, dan solusi awan, ASUS berupaya membangun fondasi yang lebih kokoh untuk dekade mendatang. Fokus baru ini memungkinkan perusahaan untuk beralih dari sekadar produsen alat menjadi penyedia solusi pintar yang mampu memproses data besar secara instan, sebuah komoditas yang jauh lebih berharga daripada sekadar komponen sirkuit telepon.<\/p>\n<p>Transisi ini juga mencerminkan tren global di mana raksasa teknologi mulai memprioritaskan perangkat lunak cerdas di atas ketergantungan pada <em>hardware<\/em>. ASUS melihat celah besar dalam pasar AI generatif dan komputasi tepi (<em>edge computing<\/em>) yang belum sepenuhnya tergarap maksimal oleh kompetitor lama mereka. Dengan meninggalkan beban berat di pasar smartphone ASUS yang stagnan, mereka kini memiliki fleksibilitas finansial dan teknis untuk melahirkan inovasi yang mungkin akan mendefinisikan ulang cara manusia berinteraksi dengan mesin.<\/p>\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Restrukturisasi Internal dan Nasib Lini Zenfone<\/h3>\n<p>Kabar mengenai penghentian produksi ini sempat memicu kegaduhan mengenai nasib karyawan di divisi smartphone ASUS. Laporan internal menunjukkan bahwa banyak tim yang sebelumnya berfokus pada pengembangan Zenfone kini dialihkan ke divisi lain, termasuk ke tim ROG (Republic of Gamers) dan pengembangan AI. Langkah efisiensi ini diambil guna memastikan bahwa talenta-talenta terbaik perusahaan tetap berkontribusi pada proyek-proyek yang memiliki potensi pertumbuhan eksponensial di masa depan.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>Meskipun seri ROG Phone mungkin masih memiliki umur yang lebih panjang karena segmentasi pasarnya yang spesifik dan loyal, nasib Zenfone berada di ujung tanduk. Strategi ini merupakan bagian dari penyederhanaan portofolio produk agar smartphone ASUS tidak kehilangan fokus di tengah gempuran teknologi AI yang berkembang mingguan. Perusahaan nampaknya lebih memilih untuk memiliki satu atau dua lini produk yang dominan daripada mempertahankan banyak varian yang tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap neraca keuangan.<\/p>\n<p>Bagi konsumen, hal ini tentu berarti pilihan smartphone compact berkualitas tinggi di pasar Android akan semakin berkurang. Namun, secara organisasi, smartphone ASUS sedang bertransformasi menjadi entitas yang lebih ramping dan gesit. Mereka tidak lagi ingin terjebak dalam perang spesifikasi kamera atau kapasitas baterai yang melelahkan. Sebaliknya, mereka sedang menyiapkan panggung untuk perangkat masa depan yang mungkin tidak lagi disebut \u201ctelepon\u201d, melainkan asisten cerdas yang terintegrasi sepenuhnya dalam kehidupan sehari-hari melalui kekuatan AI.<\/p>\n<p>Asus memproduksi ponsel di bawah merek Zenfone, seperti Zenfone 12 Ultra, yang mengusung prosesor Qualcomm dan beragam fitur AI, termasuk integrasi Google Gemini. Meskipun biasanya dibanderol dengan harga lebih terjangkau, beberapa seri Zenfone bahkan mampu bersaing dengan model-model iPhone. Khusus bagi para <em>gamer<\/em>, Asus juga memproduksi ponsel ROG, seperti ROG Phone 6 Pro yang menerima ulasan positif. Ponsel ini menawarkan fitur-fitur seperti sistem pendingin canggih, waktu respons cepat, tombol <em>trigger<\/em> di sisi bodi, dan fitur lainnya yang sangat cocok bagi mereka yang gemar bermain <em>game<\/em> secara <em>mobile<\/em> atau <em>handheld<\/em>. <\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p>Walaupun Shih mengisyaratkan bahwa keputusan ini mungkin hanya sebuah jeda dan bukan penghentian produksi secara permanen, kita dapat memastikan bahwa tidak akan ada model Zenfone atau ponsel ROG baru pada tahun 2026.<\/p>\n<div class=\"baca-juga-ad\">\n        <ins class=\"adsbygoogle\" data-ad-layout=\"in-article\" data-ad-format=\"fluid\" data-ad-client=\"ca-pub-5949640052836324\" data-ad-slot=\"3985553485\"><\/ins><\/p>\n<p class=\"ad-label\">Advertisement<\/p>\n<\/p><\/div>\n<div>\n<p>\n                        Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di<br \/>\n                        Google News.<br \/>\n                        Baca berita otomotif untuk perempuan di<br \/>\n                        Otodiva.id,<br \/>\n                        kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi<br \/>\n                        Gizmologi.id.<br \/>\n                        Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca<br \/>\n                        Traveldiva.id.\n                    <\/p>\n<\/p><\/div>\n<\/div>\n<p><sub>Tak Lagi Produksi Smartphone, ASUS Ingin Jadi Raja AI? &#8211; Siti Sarifah Aliah <\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":1,"featured_media":1339,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/thumb.gadgetdiva.id\/2025\/01\/ASUS-ROG-Phone-8-1024x573.jpg","fifu_image_alt":"Tak Lagi Produksi Smartphone, ASUS Ingin Jadi Raja AI?","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[13],"class_list":["post-1338","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-baru","tag-tekno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1338","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1338"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1338\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1339"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1338"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1338"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1338"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}