{"id":1173,"date":"2026-02-07T01:14:09","date_gmt":"2026-02-07T01:14:09","guid":{"rendered":"https:\/\/jobenka.com\/all\/10-spot-wajib-dikunjungi-di-art-jakarta-papers-2026\/"},"modified":"2026-02-07T01:14:09","modified_gmt":"2026-02-07T01:14:09","slug":"10-spot-wajib-dikunjungi-di-art-jakarta-papers-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/jobenka.com\/all\/10-spot-wajib-dikunjungi-di-art-jakarta-papers-2026\/","title":{"rendered":"10 Spot Wajib Dikunjungi di Art Jakarta Papers 2026"},"content":{"rendered":"<div>\n<h2><span style=\"font-size: 13px;\">Art Jakarta Papers hadir sebagai pelengkap dari rangkaian pameran seni Art Jakarta yang setiap tahun digelar di JIExpo Kemayoran dan Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Plataran. Art Jakarta Papers, sebagai edisi perdana ini menyoroti beragam kemungkinan yang dihadirkan medium kertas dalam praktik seni kontemporer, sekaligus memperlihatkan bagaimana material sederhana ini dapat berkembang menjadi medium artistik yang kaya eksplorasi. Art Jakarta Papers 2026 bisa jadi agenda berakhir pekan di mall, karena diadakan di City Hall, PIM 3 (Pondok Indah Mall), 6 &#8211; 8 Februari 2026, jam 11.00 &#8211; 21.00.<\/span><\/h2>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/32hwdi_whatsapp_image_2026-02-06_at_5.36.33_pm.jpeg\" style=\"width: 25%;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/ihkoke_whatsapp_image_2026-02-06_at_8.29.15_pm.jpeg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Keramaian Art Jakarta Papers 2026 di hari pertama pembukaan\u00a0<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<p>Art Jakarta Papers dibuka oleh Maulana Indraguna Sutowo selaku CEO MRA Group dan Mita Soedarjo sebagai Direktur MRA Media, serta diresmikan oleh Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Pameran ini menampilkan ragam karya berbasis kertas, termasuk cat air di atas kertas serta berbagai seri karya lain yang menegaskan kekayaan medium tersebut.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/jxdu1s_whatsapp_image_2026-02-06_at_5.23.25_pm.jpeg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Pembukaan Art Jakarta Papers, Kamis, 5 Februari 2026<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p>Melalui pameran ini, pengunjung diajak menemukan berbagai pendekatan kreatif. Mulai dari gambar, cetak grafis, patung, hingga instalasi yang dipresentasikan oleh 28 galeri seni yang memiliki apresiasi tinggi terhadap karya berbasis kertas. Selain presentasi galeri, Art Jakarta Papers juga menghadirkan presentasi tunggal dari sejumlah seniman Indonesia serta rangkaian diskusi kuratorial yang mengeksplorasi peran kertas dalam praktik artistik masa kini.\n<\/p>\n<p><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga, Art Jakarta Gardens 2025: Karya Seni, Instalasi, dan Inovasi<\/p><\/blockquote>\n<p><\/p>\n<h3><b>10 Spot Wajib Dikunjungi di Art Jakarta Papers 2026<br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p>Sebanyak <b>22 galeri lokal dan 6 galeri internasional <\/b>berpartisipasi dalam Art Jakarta Papers 2026, menghadirkan berbagai pendekatan artistik yang menjadikan kertas sebagai medium utama, menampilkan karya dari seniman visual mapan hingga generasi baru.<\/p>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><b>1. Kohesi Initiatives <\/b>menghadirkan karya seniman yang telah lama bekerja sama dengan mereka, termasuk Dede Cipon, Agugn, dan Riono Tanggul. Presentasi ini menyoroti bagaimana setiap seniman membawa metodologi, teknik, dan konteks yang berbeda, sekaligus memperlihatkan potensi tanpa batas dari kertas sebagai medium, mulai dari gambar hingga cetak grafis.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/gjvl37_23ad0d97-2d06-4eac-9185-49fbf315964e.jpg\" style=\"width: 25%;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/dhtzle_whatsapp_image_2026-02-06_at_5.28.47_pm_(1).jpeg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Workshop di Kohesi Initiatives<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><b>2. Lan\u00f6 Contemporary Art Gallery\u00a0<\/b>menampilkan karya Agus Mediana \u2018Cuprux\u2019, Agus Saputra, Asmudjo Jono Irianto, hingga Suarimbawa Dalbo. Presentasi ini memandang kertas sebagai material yang dibentuk oleh memori budaya dan tradisi kriya, menghadirkan karya gambar dan eksplorasi berbasis kertas yang sarat konteks lokal.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/g7b935_2bd9bb5a-9edb-4fe3-8500-b0dc6c9022b4.jpg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Lan\u00f6 Contemporary Art Gallery<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><b>3. Unseen\u00a0<\/b> berfokus pada objek dan pemandangan sehari-hari yang sering diabaikan karena dianggap tidak layak untuk difoto. Meskipun elemen-elemen ini muncul berulang kali dalam kehidupan sehari-hari, biasanya diabaikan karena kebiasaan dan penilaian estetika. Pameran ini menggeser fokus tersebut dengan mengajak untuk melihat lebih dekat apa yang biasanya dihindari.\u00a0<\/p>\n<p><b><br \/><\/b><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/8xgook_39ed80da-c432-40d2-b37e-0cf1c2c64bb7.jpg\" style=\"width: 25%;\"><b><br \/><\/b><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i style=\"\">Unseen<\/i><\/h6>\n<p><b><br \/><\/b><\/p>\n<p><b>4. Art WeMe <\/b>memperkenalkan tujuh suara baru: Nana Yap, Kimoz, Iqbal, Taufiq HT, Alvian Nicholas, Sherly Gunawan, dan Nohana Sayama. Melalui karya cat air, akrilik, pena, bordir, hingga spray-paint di atas kertas, booth ini menghadirkan karya-karya kecil yang terjangkau dan ramah bagi kolektor muda maupun pengunjung baru yang ingin mengenal talenta segar di kancah seni kontemporer Indonesia.<\/p>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/orcayj_whatsapp_image_2026-02-06_at_5.27.47_pm_(1).jpeg\" style=\"width: 25%;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/v9uui4_2a1761c1-3d14-4670-9cb7-c3e30eb9ca25.jpg\" style=\"width: 25%;\"><b><br \/><\/b><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Sherly Ozora, artist at Art WeMe<\/i><\/h6>\n<p><b><br \/><\/b><\/p>\n<p><b>5. Vice &#038; Virtue Gallery <\/b>menampilkan karya di atas kertas dari Takashi Murakami, Prabu Perdana, Joko Nastain, Fauzan, dan Wednesday Lim. Litografi dan silkscreen karya Murakami berpadu dengan gambar dari seniman Asia Tenggara, menciptakan dialog antara pengaruh pop global dan suara regional yang tengah berkembang.<\/p>\n<p><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/z0p9ky_73577.jpg\" style=\"width: 390px;\"><i style=\"color: inherit; font-family: inherit; font-size: 12px; text-align: center;\"><br \/><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: center; \"><i style=\"color: inherit; font-family: inherit; font-size: 12px; text-align: center;\">V<\/i><i style=\"color: inherit; font-family: inherit; font-size: 12px;\">ice &#038; Virtue Gallery<\/i><\/p>\n<p><b><br \/><\/b><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga, Toshiba Japandi Style di VIP Lounge Art Jakarta 2025<\/p><\/blockquote>\n<p><b><br \/><\/b><\/p>\n<p><b>6. Rika Contemporary <\/b>menghadirkan Paper Universe, seleksi kuratorial karya berbasis kertas dari Pablo Picasso, Andy Warhol, Banksy, Yoshitomo Nara, Yayoi Kusama, hingga Hiroshi Sugimoto. Pameran ini menegaskan kertas sebagai medium di mana ide artistik muncul dengan kejernihan dan keaslian, sekaligus memperlihatkan asal-usul bahasa visual ikonik dari para maestro seni modern dan kontemporer.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/utxhkp_whatsapp_image_2026-02-06_at_8.20.22_pm.jpeg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Koleksi di Rika Contemporary<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><b>7. HaDiArtPlatform <\/b>mempresentasikan karya Anusapati, Ay Tjoe Christine, Franzisca Fennert, Hanura Hosea, hingga Widi Pangestu.<\/p>\n<p><\/p>\n<h6><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/lwtmpm_8e9c2761-e99d-434c-a25f-f3481f63bdff.jpg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\"><i style=\"color: inherit; font-family: inherit;\">HaDiArtPlatform\u00a0<\/i><\/div>\n<\/h6>\n<p><\/p>\n<p><b>8. Edisii <\/b>sebagai penerbit art print menghadirkan cetakan seni edisi terbatas hasil kolaborasi erat dengan seniman kontemporer Indonesia. Setiap karya dicetak melalui proses kolaboratif yang cermat, menjadikan cetakan sebagai medium koleksi yang bernilai.<\/p>\n<p><\/p>\n<h6>\n<div style=\"text-align: left;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/hyoct8_whatsapp_image_2026-02-06_at_6.09.17_pm.jpeg\" style=\"color: inherit; font-family: inherit; width: 25%;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/nhsv8a_73579.jpg\" style=\"width: 390px;\"><\/div>\n<p><i><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\"><i style=\"color: inherit; font-family: inherit;\">Edisii\u00a0<\/i><\/div>\n<p><\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><b>9. Sucor Asset Management x Naufal Abshar <\/b>kolaborasi unik ini hadir di Sucor AM Corner. Instalasi ini menampilkan permainan catur klasik dengan enam patung papier-m\u00e2ch\u00e9 yang mewakili bidak catur. Karya Naufal sering menembus batas antara lukisan dua dimensi dan patung tiga dimensi, sembari mengangkat kritik sosial kontemporer dengan sentuhan humor. Pengunjung dapat berpartisipasi dalam permainan catur interaktif dengan tiga kategori: Rookies, Intermediate, dan Master, dengan kesempatan membawa pulang figurine karya sang seniman.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/zyoz36_art_jakarta_papers_2026_opens_to_the_public_today!join_us_and_experience_a_range_of_contemporary.jpg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Sucor Asset Management x Naufal Abshar<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><b>10. myBCA x Rudy Atjeh <\/b>di myBCA Space menjadi instalasi monolitik yang terbuat dari potongan kertas tangan ini menggambarkan perjalanan pertumbuhan manusia melalui metafora pohon yang tumbuh dari sebuah kubus. Pengunjung diajak berinteraksi melalui aktivitas origami yang memungkinkan instalasi berkembang sepanjang pameran berlangsung. Karya Rudy Atjeh, yang telah lebih dari satu dekade bereksplorasi dengan teknik potong kertas, menyoroti presisi, kerapuhan, dan proses meditatif dari medium kertas.<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/mqsp4x_whatsapp_image_2026-02-06_at_5.35.45_pm.jpeg\" style=\"width: 25%;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/tdi7lc_art_jakarta_papers_2026_opens_to_the_public_today!join_us_and_experience_a_range_of_contemporary_(1).jpg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>myBCA x Rudy Atjeh<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<h3><b>Public Programme<br \/>\n<\/b><\/h3>\n<p>Art Jakarta Papers semakin seru dengan berbagai aktivitas menarik yang erat kaitannya dengan kertas. <i>Public pogramme<\/i> ini jadi wadah dialog antara pakar, pemerhati, seniman, kolektor, dan kurator, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada penonton, berikut jadwalnya:<\/p>\n<p><\/p>\n<\/p>\n<p><b>Jumat, 6 Februari<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><b>16.00 &#8211; 17.00 dan 17.00 &#8211; 18.00<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p>Workshop: Krack! Screenprint Taster Session Supported by MTN Seni Budaya\n<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/ajlfkb_art_jakarta_papers_2026_opens_to_the_public_today!join_us_and_experience_a_range_of_contemporary_(2).jpg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Art Jakarta Papers 2026<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga, frank green x Emte: Koleksi Eksklusif di Art Jakarta<\/p><\/blockquote>\n<p><\/p>\n<p><b>Sabtu, 7 Februari<\/b><\/p>\n<p><b>13.00 &#8211; 14.00<\/b> | Talk: &#8220;Kertas dalam Ekosistem Seni: Kolaborasi Seniman, Galeri, Arsip, dan Kolektor&#8221; with ArtSociates, Galeri Ruang Dini, ara contemporary, Nadi Gallery, moderated by Enin Supriyanto.<\/p>\n<p><b>15.00 &#8211; 16.00 <\/b>| Talk: &#8220;Arsip, Kerentanan, dan Penyimpanan: Tantangan Konservasi Karya Kertas di Iklim Tropis&#8221; with Devy. Ferdianto (EDISII), Yori Setiawan (Institute Konservasi), moderated by Adinda Yuwono.<\/p>\n<p><b>17.00 &#8211; 18.00<\/b> | Talk: &#8220;Peluang Pasar Internasional untuk Seniman Kertas Indonesia&#8221; with Denise Lai (ROH), Sigit Santosa, Simon Tan, moderated by Enin Supriyanto.<\/p>\n<p><b>18.30 &#8211; 19.15<\/b> | Talk: &#8220;Menjaga dan Memperluas Praktik Seni Grafis: Pengalaman Kolektif Seni&#8221; with Britto Wirajati (Krack!), Deni Rahman (Grafis Minggiran), Rizky Dewa Mahendra Putra (Grafis Minggiran), moderated by Adinda Yuwono.<\/p>\n<p><b>19.15 &#8211; 20.00<\/b> | Workshop: Krack! Screenprint Taster Session Supported by MTN Seni Budaya<\/p>\n<p><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/9hneo5_whatsapp_image_2026-02-06_at_5.25.02_pm.jpeg\" style=\"width: 25%;\"><\/p>\n<h6 style=\"text-align: center; \"><i>Art Jakarta Papers 2026<\/i><\/h6>\n<p><\/p>\n<p><b>Minggu, 8 Februari<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><b>13.00 &#8211; 14.00 <\/b>| Talk: &#8220;Evolusi Kertas: Dari Medium Pendukung Menjadi Medium Utama&#8221; with Iwan Effendi, Galeri Kertas Hanafi, Lio Adrian (EDISII), moderated by Adinda Yuwono.<\/p>\n<p><b>15.00 &#8211; 16.00<\/b> | Talk: &#8220;Kertas sebagai Ruang Eksperimen: Melampaui Gambar&#8221; with Rudy Atjeh, Irfan Hendrian, Widi Pangestu, moderated by Enin Supriyanto.<\/p>\n<p><b>17.00 &#8211; 18.00 <\/b>| Talk: &#8220;Integritas Kertas: Menjaga, Merawat, dan Menyelamatkan Karya di Atas Kertas&#8221; conversation between Studio Arte and Yori Setiawan (Institute Konservasi).<\/p>\n<p><\/p>\n<h3><b style=\"color: inherit; font-family: inherit;\">Dimana beli tiket Art Jakarta Papers 2026?<\/b><\/h3>\n<p>Dapatkan tiket Art Jakarta Papers 2026 di Tix Events atau klik di sini!<\/p>\n<p><\/p>\n<p><\/p>\n<h6><i>Sumber foto teaser: CASA Indonesia<\/i><\/h6>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/p>\n<\/div>\n<p><sub>10 Spot Wajib Dikunjungi di Art Jakarta Papers 2026<\/sub><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Art Jakarta Papers hadir sebagai pelengkap dari rangkaian pameran seni Art Jakarta yang setiap tahun digelar di JIExpo Kemayoran dan Art Jakarta Gardens di Hutan Kota by Plataran. Art Jakarta &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1174,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/casaindonesia.com\/lkgallery\/images\/32hwdi_whatsapp_image_2026-02-06_at_5.36.33_pm.jpeg","fifu_image_alt":"10 Spot Wajib Dikunjungi di Art Jakarta Papers 2026","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-baru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1173"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1173\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/jobenka.com\/all\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}