Waspada Penipuan Investasi Awal 2026: Modus Grup Telegram Palsu Janjikan Cuan Instan

Waspada Penipuan Investasi Awal 2026: Modus Grup Telegram Palsu Janjikan Cuan Instan

Peringatan resmi yang disampaikan pada Jumat (2/1/2026) tersebut menjadi respons atas meningkatnya laporan dari korban yang nyaris terjebak, bahkan sudah mengalami kerugian akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Para pelaku memanfaatkan platform pesan instan untuk menyebarkan jebakan investasi berkedok peluang cuan cepat.

Lebih lanjut, modus yang digunakan sebenarnya bukan hal baru. Namun, yang membuatnya berbahaya adalah cara eksekusinya yang semakin rapi dan meyakinkan. Pelaku menawarkan keuntungan instan, mengklaim memiliki strategi rahasia, hingga menyediakan layanan “titip dana” yang sejatinya ilegal dan berisiko tinggi.

Advertisement

Modus Lama dengan Wajah Baru

Dalam keterangannya, manajemen Pluang mengungkapkan bahwa saat ini beredar puluhan akun Telegram palsu yang mencatut identitas perusahaan. Mulai dari logo, foto profil, hingga nama akun dibuat nyaris menyerupai akun resmi. Bahkan, perbedaannya sering kali hanya berupa satu huruf tambahan atau angka di belakang nama.

Tak berhenti di situ, para pelaku juga aktif memburu calon korban secara personal. Mereka biasanya menyamar sebagai admin, konsultan investasi, atau staf internal Pluang. Setelah itu, korban akan dihubungi melalui pesan langsung atau direct message dengan iming-iming undangan ke grup trading eksklusif.

Di sisi lain, narasi yang digunakan pun sangat persuasif. Pelaku kerap mengklaim grup tersebut berisi “mentor profesional”, “sinyal trading akurat”, atau “strategi anti-rugi”. Padahal, seluruh klaim tersebut tidak dapat diverifikasi dan bertentangan dengan prinsip investasi yang sehat.

Advertisement

Investor Pemula Jadi Sasaran Empuk

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi digital, celah ini dimanfaatkan oleh para penipu. Investor pemula yang masih minim literasi keuangan menjadi target utama. Mereka yang tergiur keuntungan cepat cenderung mengabaikan risiko, terlebih jika dibalut dengan testimoni palsu dan tangkapan layar hasil profit fiktif.

Padahal, dalam dunia investasi, tidak ada keuntungan besar tanpa risiko. Oleh karena itu, janji profit tetap dan cepat seharusnya langsung memicu kewaspadaan.

Lima Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Untuk membantu pengguna terhindar dari jerat penipuan, Pluang membagikan sejumlah tanda bahaya atau red flags yang wajib diperhatikan.

Advertisement

Pertama, akun yang agresif menghubungi pengguna lewat pesan pribadi. Pluang menegaskan bahwa akun resmi mereka tidak pernah melakukan pendekatan personal untuk menawarkan produk atau investasi.

Kedua, janji keuntungan tinggi tanpa risiko. Setiap bentuk investasi selalu memiliki potensi untung dan rugi. Jika ada pihak yang mengklaim sebaliknya, besar kemungkinan itu adalah penipuan.

Ketiga, permintaan transfer dana ke rekening pribadi atau dompet digital di luar aplikasi. Seluruh transaksi resmi Pluang hanya dilakukan di dalam aplikasi, bukan melalui transfer manual.

Advertisement

Keempat, tautan mencurigakan atau praktik phishing. Akun resmi tidak pernah meminta data sensitif seperti PIN, OTP, atau kata sandi melalui pesan singkat.

Kelima, admin gadungan dengan ejaan nama yang dimanipulasi. Sekilas terlihat mirip, namun jika diperhatikan lebih teliti, terdapat perbedaan kecil yang menjadi petunjuk utama.

Prinsip “Don’t Trust, Verify”

Sebagai langkah pencegahan, Pluang menegaskan pentingnya prinsip Don’t Trust, Verify. Artinya, pengguna diminta untuk tidak mudah percaya sebelum memastikan keaslian akun atau informasi.

Advertisement

Saat ini, Pluang hanya memiliki satu akun Telegram resmi, yakni @OfficialPluang, yang telah terverifikasi. Selain itu, kanal komunikasi resmi juga ditandai dengan centang biru di platform media sosial lainnya.

“Jika pengguna menemukan akun mencurigakan yang mengatasnamakan Pluang, segera laporkan ke platform terkait dan simpan bukti tangkapan layar untuk dilaporkan ke tim bantuan kami,” tulis manajemen Pluang dalam pernyataan resminya.

Literasi Digital Jadi Kunci

Pada akhirnya, maraknya penipuan investasi Telegram palsu menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan keuangan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, tidak tergesa-gesa mengambil keputusan, serta memastikan setiap informasi berasal dari sumber resmi.

Advertisement

Dengan kewaspadaan dan verifikasi yang tepat, risiko menjadi korban penipuan dapat ditekan. Sebab, di era digital saat ini, kehati-hatian bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Waspada Penipuan Investasi Awal 2026: Modus Grup Telegram Palsu Janjikan Cuan Instan – Firda Zahara