Waspada! Modus Penipuan Logistik Makin Canggih, Ini Cara Aman Terhindar dari Scam Pengiriman

Berdasarkan survei Diginex bersama Inventure dan ivosights pada 2025, tercatat sebanyak 26,5 persen masyarakat Indonesia mengaku pernah menjadi korban penipuan online. Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa kejahatan digital bukan lagi persoalan sepele, melainkan sudah menjadi ancaman nyata bagi keamanan finansial dan data pribadi.

Sementara itu, laporan Online Scams in Indonesia dari Kaspersky Lab turut memperkuat gambaran tersebut. Dalam laporan itu, Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan penipuan digital tertinggi di kawasan ASEAN. Artinya, tanpa kehati-hatian ekstra, siapa pun berpotensi terjebak dalam jebakan pelaku kejahatan siber.

Advertisement

Melihat kondisi tersebut, J&T Cargo mengambil langkah proaktif dengan memperkuat edukasi publik melalui kampanye bertajuk “Jangan Ketipu, Cek Dulu”. Kampanye ini bertujuan membantu masyarakat mengenali berbagai modus penipuan logistik yang semakin marak, sekaligus melindungi konsumen dari kerugian finansial maupun risiko pembobolan data pribadi.

Modus Penipuan Mengatasnamakan Pengiriman

Dalam aktivitas sehari-hari, pelanggan kerap menerima berbagai pesan terkait pengiriman barang. Mulai dari informasi status paket, permintaan data tambahan, penawaran asuransi, hingga pemberitahuan pengembalian dana atau refund. Namun sayangnya, situasi ini justru kerap dimanfaatkan oleh pelaku penipuan.

Pelaku biasanya mengirimkan pesan palsu yang dibuat seolah-olah berasal dari perusahaan logistik resmi. Tidak jarang, mereka juga menyertakan tautan mencurigakan atau resi editan yang tampilannya menyerupai sistem perusahaan. Akibatnya, banyak pelanggan yang terkecoh dan langsung mengikuti instruksi tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.

Advertisement

Berdasarkan laporan yang masuk ke Hotline Customer Service Center J&T Cargo, salah satu modus yang paling sering dilaporkan adalah penipuan refund melalui QRIS. Dalam praktiknya, pelaku menghubungi pelanggan dengan dalih adanya kendala pengiriman, kemudian menawarkan pengembalian dana melalui QRIS yang dikirimkan lewat pesan instan.

Namun ketika QRIS tersebut dipindai, alih-alih memproses refund, sistem justru mengarahkan korban untuk mentransfer dana ke rekening pelaku. Dalam hitungan menit, uang pun raib tanpa bisa ditarik kembali.

“Pelaku sering mengirimkan pesan mendesak yang membuat pelanggan panik sehingga tidak sempat melakukan pengecekan. Padahal, J&T Cargo tidak pernah memproses refund melalui QRIS, rekening pribadi, maupun tautan yang dikirim lewat pesan instan,” ujar SPV Hotline Customer Service Center J&T Cargo, Eko Erwanto.

Advertisement

Beragam Modus Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain QRIS palsu, J&T Cargo juga mencatat sejumlah modus penipuan lain yang tak kalah merugikan. Salah satunya adalah penggunaan resi fisik hasil editan. Resi tersebut dibuat menyerupai dokumen resmi dan dicetak seolah-olah berasal dari perusahaan ekspedisi ternama.

Tak hanya itu, ada pula modus permintaan uang jaminan dengan menggunakan surat palsu berkop perusahaan. Surat tersebut biasanya menyertakan logo, alamat, hingga tanda tangan palsu agar terlihat meyakinkan. Korban pun diarahkan untuk melakukan transfer dana sebagai syarat pencairan paket atau klaim tertentu.

Modus lain yang juga marak adalah penggunaan website pelacakan ilegal. Situs ini dibuat menyerupai laman resmi perusahaan logistik, lengkap dengan tampilan profesional dan fitur pelacakan palsu. Saat korban memasukkan nomor resi, mereka akan diarahkan untuk melakukan pembayaran tambahan atau mengisi data pribadi.

Advertisement

Meski menggunakan cara yang berbeda-beda, seluruh modus tersebut memiliki pola yang sama. Pelaku selalu berusaha mendorong korban untuk melakukan pembayaran atau memberikan data sensitif melalui kanal yang tidak resmi.

Langkah Pencegahan Agar Tidak Terjebak Penipuan

Sebagai bagian dari kampanye “Jangan Ketipu, Cek Dulu”, J&T Cargo mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan sederhana namun efektif.

Pertama, pastikan hanya mengakses situs resmi perusahaan. Untuk layanan J&T Cargo, pelanggan disarankan mengunjungi situs jtcargo.id dan menghindari membuka tautan dengan domain yang tidak dikenal.

Advertisement

Kedua, lakukan pengecekan nomor resi melalui sistem resmi. Resi palsu umumnya tidak akan terdaftar dalam database perusahaan, sehingga mudah terdeteksi jika dilakukan verifikasi.

Ketiga, abaikan permintaan refund atau pembayaran melalui QRIS maupun pesan dari nomor pribadi. Termasuk juga permintaan data sensitif yang disampaikan secara mendesak dan menekan psikologis korban.

Terakhir, jika merasa ragu atau menemukan kejanggalan, segera lakukan verifikasi langsung ke Customer Care sebelum mengambil tindakan apa pun.

Advertisement

“Jika menerima pesan atau tautan yang mencurigakan, jangan panik dan terburu-buru merespons. Luangkan waktu untuk melakukan pengecekan dan verifikasi. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah kerugian yang jauh lebih besar,” tambah Eko.

Literasi Digital Jadi Kunci Utama

Di era digital seperti sekarang, literasi keamanan siber menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari berbagai ancaman penipuan. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada pesan yang mengatasnamakan perusahaan, terlebih jika disertai permintaan pembayaran atau data pribadi.

Dengan semakin meningkatnya aktivitas pengiriman barang secara online, kewaspadaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Melalui edukasi yang berkelanjutan dan kesadaran kolektif, diharapkan masyarakat bisa lebih cermat, teliti, dan tidak mudah terjebak dalam jebakan scam logistik.

Advertisement

Pada akhirnya, ingat selalu satu prinsip penting: Jangan panik, cek dulu, baru bertindak. Karena kehati-hatian hari ini bisa menyelamatkan Anda dari kerugian besar di kemudian hari.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Waspada! Modus Penipuan Logistik Makin Canggih, Ini Cara Aman Terhindar dari Scam Pengiriman – Firda Zahara