Sering Dikira Masuk Angin,  Nyeri Perut Atas Bisa Jadi Batu Empedu, Kenali Faktor Resikonya

Sering Dikira Masuk Angin,  Nyeri Perut Atas Bisa Jadi Batu Empedu, Kenali Faktor Resikonya

Baru – Sering merasa tiba-tiba nyeri perut di posisi kanan bagian atas, banyak orang mengira sebagai masuk angin, karena seringkali nyeri ini muncul secara tiba-tiba dan menghilang dengan sendirinya.

Namun jika nyeri ini terjadi berulang kali dan berkelanjutan tanpa penanganan medis, bisa jadi berpotensi sebagai penyakit yang lebih parah, salah satunya batu empedu.

Beberapa tanda batu empedu memang mirip dengan masuk angin, seperti demam, nyeri perut atas, nyeri di uluhati, mual bahkan sampai muntah. Namun ada tanda khas yang membedakannya dari masuk angin, yakni menguningnya kulit dan bagian putih mata atau Jaundice.

Baca Juga:bank bjb Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Salurkan Rp700 Miliar untuk 35.000 Rumah di Jawa BaratPuluhan Korban Investasi Bodong di Bogor Geruduk Rumah Pelaku, Kerugian Capai Rp1,1 Miliar

Dilansir dari website resmi RS Mitra Keluarga, hal ini terjadi karenat konsentrasi bilirubin dalam aliran darah meningkat, kemudian menumpuk di kulit dan mengubahnya menjadi kuning. Meningkatnya konsentrasi bilirubin di kantong empedu ini terjadi karena penumpukan cairan empedu akibat tersumbatnya saluran empedu dan menghambat sistem pengiriman empedu ke usus kecil.

Selain itu Kelebihan bilirubin ternyata juga bisa membuat perubahan warna urine atau kotoran (tinja). Warna urine yang memiliki batu empedu menjadi lebih gelap, atau lebih tepatnya merah tua atau cokelat. Sedangkan pada tinja berwarna pucat atau cenderung mirip tanah liat karena batu empedu sudah menghambat aliran cairan empedu yang berfungsi memberikan warna pada tinja.

Menurut influenser cantik yang juga dokter gizi klinik di RS Pondok Indah dr. Diana F. Suganda, Batu empedu umumnya memiliki faktor resiko yang mudah dikenali dengan menggunakan rumus simpel 4F, yaitu :

1. Female (Perempuan).Perempuan punya risiko lebih tinggi karena pengaruh hormon estrogen yang dapat meningkatkan kolesterol dalam empedu.

2. Forty (Usia > 40 tahun.Risiko meningkat seiring usia, terutama setelah masuk usia 40-an.

3. Fertile (Pernah hamil/ hormon reproduksi aktif).Kehamilan dan hormon progesteron/estrogen dapat memperlambat pengosongan kantong empedu sehingga lebih mudah terbentuk batu.

4. Fat (Overweight /obesitas).Lemak tubuh berlebih meningkatkan kadar kolesterol dalam empedu sehingga mudah membentuk batu.

Baca Juga:Pulang Mudik, Pemilik Warung Ayam Goreng di Serang Temukan Jasad Korban Mutilasi di Dalam FreezerUsulan Bupati Kang DS Terwujud, SMAN 1 Kutawaringin Resmi Berdiri 

Jika kamu termasuk dalam faktor resiko tersebut, perlu lebih hati-hati jika mengalami gejala-gejala diatas, pastikan untuk menemui tenaga medis untuk mengetahui kondisimu yang sebenarnya.

Sering Dikira Masuk Angin,  Nyeri Perut Atas Bisa Jadi Batu Empedu, Kenali Faktor Resikonya – Gaya Hidup