Namun, Garmin Connect bukan sekadar aplikasi pendamping jam tangan. Lebih dari itu, aplikasi ini merupakan alat kesehatan dan kebugaran yang sangat powerful. Terlebih lagi, Garmin baru saja memperkenalkan fitur Lifestyle Logging, yang memungkinkan pengguna menambahkan tag seperti “minum kopi pagi”, “makan berat”, atau “mandi air dingin” untuk memberi konteks tambahan pada data kesehatan mereka.
Karena fitur baru inilah, saya kembali menjelajahi Garmin Connect lebih dalam. Saya mulai mencari tahu fitur-fitur “aktif” yang selama ini terlewat, bukan hanya sekadar melihat data pasif yang otomatis terekam.
Advertisement
Dan di situlah saya menemukan kembali sebuah fitur yang benar-benar saya lupakan.
Fitur yang Terlupakan Selama 18 Bulan
Saat menjelajah menu seperti pemburu harta karun, saya menemukan tab yang sudah lebih dari 18 bulan tidak saya sentuh: Gear. Tab ini memungkinkan pengguna melacak jarak tempuh sepatu lari, sepeda, dan berbagai perlengkapan olahraga lainnya.
Menariknya, fitur ini jarang sekali dibahas dalam materi promosi Garmin. Bahkan di komunitas pengguna pun, Gear Tracking bukan topik yang sering diperbincangkan. Padahal, fungsinya sangat penting, terutama bagi pelari.
Advertisement
Di dalam tab Gear, pengguna bisa menambahkan:
- Merek dan model sepatu atau perlengkapan
- Batas maksimal jarak pemakaian
- Jenis olahraga yang otomatis akan mencatat pemakaian gear tersebut
Dengan begitu, setiap kali berlari, Garmin Connect akan otomatis menghitung jarak yang ditempuh oleh sepatu yang digunakan.
Sepatu Lari Punya Usia Pakai
Ini bukan sekadar fitur tambahan. Sepatu lari memiliki usia pakai yang sangat penting untuk diperhatikan. Umumnya, busa pada sepatu akan mulai menurun kualitasnya setelah menempuh jarak sekitar 300 hingga 500 mil (sekitar 480–800 km).
Advertisement
Masalahnya, sepatu yang sudah aus bukan hanya mengurangi kenyamanan dan performa, tetapi juga bisa mengubah pola langkah kaki. Dalam jangka panjang, hal ini berisiko menyebabkan cedera seperti Achilles tendonitis akibat akumulasi mikrotrauma.
Sayangnya, saya sendiri sudah cukup lama menggunakan sepatu lama tanpa mencatat jarak tempuhnya. Bahkan, saya tidak bisa memperkirakan berapa kilometer yang sudah ditempuh. Meski belum merasakan nyeri, situasinya mirip seperti “katak dalam air panas” saat sadar, mungkin sudah terlambat.
Momen yang Tepat untuk Memulai
Namun, kebetulan datang di waktu yang pas. Saya baru saja mengganti sepatu lari dan akan mulai menggunakan Saucony Ride 19. Ini menjadi kesempatan sempurna untuk melacak usia sepatu sejak hari pertama.
Advertisement
Dengan fitur Gear Tracking, setiap kilometer akan tercatat otomatis. Ketika mendekati batas pemakaian, Garmin akan mengirim notifikasi sebagai pengingat bahwa sepatu sudah waktunya diganti.
Selain sepatu jalan raya, saya juga memiliki beberapa sepatu trail. Artinya, saya perlu membuat beberapa profil gear dan menggantinya setiap kali berpindah jenis lari. Memang sedikit merepotkan dan membutuhkan disiplin, tetapi manfaatnya jauh lebih besar.
Lebih dari Sekadar Data
Di luar soal pencegahan cedera, fitur ini juga memberi pengalaman emosional tersendiri. Melihat perjalanan sepatu dari nol kilometer hingga masa pensiunnya terasa seperti memberi penghormatan pada perlengkapan yang menemani latihan keras dan persiapan maraton.
Advertisement
Ada kepuasan tersendiri saat “mempensiunkan” sepatu lama setelah ratusan kilometer perjuangan. Bukan hanya soal statistik, tetapi juga soal cerita.
Fitur Kecil, Dampak Besar
Garmin Connect memang penuh dengan fitur tersembunyi yang sering luput dari perhatian. Gear Tracking adalah salah satunya. Meski sederhana, dampaknya besar bagi kesehatan kaki, performa lari, dan konsistensi latihan.
Kini, saya justru jatuh cinta kembali pada fitur yang dulu saya abaikan.
Advertisement
Dan jika Anda seorang pelari yang menggunakan Garmin, mungkin sekarang saatnya membuka tab Gear dan mulai melacak perjalanan sepatu Paradiva sebelum terlambat.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Sempat Terlupakan, Fitur Pelacak Sepatu dan Gear di Garmin Connect Ini Ternyata Penting untuk Pelari – Firda Zahara