Secara sederhana, embodied AI memungkinkan robot untuk “merasakan” lingkungan, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan secara mandiri. Dengan kata lain, teknologi ini bukan lagi sekadar sistem pintar di layar, melainkan hadir langsung membantu aktivitas manusia sehari-hari.
Dari Rumah ke Dunia Nyata
Salah satu implementasi paling menarik terlihat di sektor layanan rumah tangga. Sebuah layanan kebersihan yang diluncurkan pada Maret lalu di platform iklan baris China menghadirkan konsep kolaborasi antara manusia dan robot. Dalam layanan ini, satu pekerja kebersihan didampingi robot beroda serta teknisi di lokasi.
Advertisement
Robot yang digunakan dikembangkan oleh startup berbasis Shenzhen, X Square Robot. Tingginya sekitar 1,5 meter dan dilengkapi lengan mekanis dengan penjepit, membuatnya mampu melakukan berbagai tugas fisik sederhana.
Menariknya, biaya layanan ini tetap setara dengan jasa kebersihan konvensional, yakni sekitar 149 yuan atau sekitar US$22 untuk sesi tiga jam. Ini menunjukkan bahwa penggunaan robot tidak selalu identik dengan biaya mahal.
Dalam praktiknya, robot bertugas menangani pekerjaan berulang seperti menyeka meja dan membersihkan lantai. Sementara itu, manusia tetap mengambil peran pada pekerjaan yang lebih kompleks, seperti membersihkan sudut sempit atau menghilangkan noda membandel.
Advertisement
Seorang pekerja kebersihan yang menggunakan sistem ini menyebutkan bahwa robot mampu mengambil alih sekitar 30 persen beban kerja. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak menggantikan manusia sepenuhnya, melainkan meningkatkan efisiensi kerja.
Lebih jauh, CEO X Square Robot, Wang Qian, menjelaskan bahwa penggunaan robot di lingkungan rumah juga berfungsi sebagai sarana pengumpulan data dunia nyata. Data ini kemudian digunakan untuk meningkatkan performa dan kecerdasan robot di masa depan.
Robot Turun ke Jalanan
Tidak hanya di dalam rumah, robot juga mulai mengambil peran di ruang publik. Pada libur Hari Buruh, misalnya, sebanyak 15 robot berbasis AI mulai beroperasi di kawasan Danau Barat, Hangzhou.
Advertisement
Robot-robot ini memiliki bentuk humanoid, mengenakan rompi kuning, dan dipasang pada basis beroda. Mereka juga terintegrasi dengan model bahasa besar (large language models), sehingga mampu berkomunikasi secara interaktif.
Di lapangan, robot ini ditempatkan di persimpangan jalan utama dan bekerja bersama polisi manusia. Tugas mereka cukup beragam, mulai dari menjawab pertanyaan wisatawan, memberikan peringatan kepada pejalan kaki dan pesepeda, hingga membantu mengatur arus lalu lintas.
Kehadiran robot ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.
Advertisement
Masuk ke Industri Berat
Seiring perkembangan teknologi, robot juga semakin banyak digunakan di sektor industri berat. Di bidang ini, robot mengambil alih pekerjaan berisiko tinggi yang sebelumnya bergantung pada pengalaman dan keahlian manusia.
Salah satu contohnya adalah perusahaan Wattman yang berbasis di Beijing. Mereka telah mengoperasikan robot industri di pabrik baja untuk melakukan inspeksi dan perbaikan wadah baja cair.
Pekerjaan ini tergolong sangat berbahaya karena dilakukan pada suhu tinggi. Namun, dengan bantuan robot, proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih aman dan konsisten.
Advertisement
Hal ini menunjukkan bahwa robot tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga berperan penting dalam meningkatkan keselamatan kerja.
Ambisi Besar China di Bidang AI
Pesatnya adopsi robot di berbagai sektor tidak terjadi secara kebetulan. Ini merupakan bagian dari strategi nasional China dalam menjadikan AI sebagai motor pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Melalui inisiatif “AI Plus” yang diperkenalkan pada 2024, pemerintah China menargetkan integrasi AI ke dalam 90 persen sektor ekonomi pada tahun 2030. Artinya, hampir seluruh lini industri akan terdampak oleh teknologi ini.
Advertisement
Dengan strategi tersebut, China tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemimpin global dalam pengembangan AI dan robotika.
Masa Depan Kolaborasi Manusia dan Robot
Melihat tren yang ada, masa depan tampaknya bukan tentang manusia melawan robot, melainkan kolaborasi di antara keduanya. Robot akan menangani pekerjaan yang repetitif, berbahaya, atau membutuhkan presisi tinggi, sementara manusia tetap berperan dalam pengambilan keputusan kompleks dan kreativitas.
Di sisi lain, tantangan seperti adaptasi tenaga kerja dan regulasi tetap perlu diperhatikan. Namun, jika dikelola dengan baik, kehadiran robot justru bisa membuka peluang baru, bukan sekadar menggantikan pekerjaan lama.
Advertisement
Pada akhirnya, langkah China ini menjadi gambaran nyata bagaimana teknologi AI mulai membentuk kehidupan sehari-hari. Dari rumah hingga jalanan, bahkan ke dalam pabrik, robot kini bukan lagi sekadar konsep masa depan melainkan bagian dari realitas hari ini.
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Robot China Turun ke Dunia Nyata: Bersih-Bersih Rumah, Atur Lalu Lintas, hingga Kerja di Pabrik Ekstrem – Firda Zahara