| Praja IPDN menyemalatkan warga yang ditemukan tergeletak di lumpur |
| – Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menunjukkan aksi kemanusiaan yang mengharukan saat mengevakuasi seorang warga yang ditemukan lemas di lumpur di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (4/1/2026) pagi.
Aksi cepat tersebut terjadi saat para Praja IPDN sedang mempersiapkan lokasi kerja di halaman belakang Kantor Kesbangpol Kabupaten Aceh Tamiang. Momen pertolongan itu terekam dalam video yang kemudian viral setelah dibagikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, melalui akun Instagram resminya @bimaaryasugiarto.
Kejadian bermula ketika para Praja menemukan seorang warga yang dalam kondisi lemah dan tidak berdaya, tergeletak di lumpur. Tanpa membuang waktu, mereka segera berkoordinasi dengan tim medis IPDN untuk mengevakuasi korban.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak rumah sakit memastikan kondisi korban kini stabil.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban adalah warga Kampung Dalam, yang sebelumnya dicari keluarganya selama tiga hari. Menurut keluarga, korban sempat beraktivitas di sekitar lokasi bencana pada malam sebelumnya dan mengalami kelelahan akibat penyakit bawaan. “Alhamdulillah, korban ditemukan Praja IPDN pada pukul 09.00 WIB dan kini sudah kembali ke rumah dalam kondisi baik,” tulis Bima Arya di akun Instagramnya, dikutip Senin (5/1/2026).
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menugaskan Praja IPDN Aceh Tamiang untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Sebanyak 1.138 Praja diterjunkan ke wilayah tersebut, dibagi dalam beberapa kloter. Kloter pertama berjumlah 413 orang, kloter kedua 414 orang, kloter ketiga 179 orang, dan 132 Praja sudah berada lebih dulu sebagai tim advance.
Aceh Tamiang menjadi prioritas penanganan karena mengalami kerusakan terparah dibanding daerah lain di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tito menekankan, pemulihan harus fokus pada dua hal utama: kelancaran pemerintahan dan pemulihan ekonomi. Dua minggu lalu, keduanya belum berjalan optimal di wilayah tersebut.
Para Praja IPDN akan bertugas selama satu bulan, membawa perlengkapan kerja masing-masing, mulai dari sekop, cangkul, hingga logistik pribadi. Mereka bertugas membersihkan kantor pemerintahan, mendampingi ASN daerah, serta membantu mengaktifkan kembali layanan publik yang terdampak bencana.
Penugasan ini merupakan bagian dari kurikulum IPDN dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan juga menjadi komponen penilaian akademik bagi Praja.(da*)