Ponsel Anda Target Empuk? Ini Alasan Serangan Siber di Asia Pasifik Makin Ganas!

Ponsel Anda Target Empuk? Ini Alasan Serangan Siber di Asia Pasifik Makin Ganas!

Riset mendalam dari perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan bahwa masyarakat di wilayah Asia Pasifik (APAC) mencatatkan tingkat penggunaan teknologi digital sekaligus kesadaran akan ancaman kejahatan siber yang tertinggi secara global. Situasi ini mendorong mendesaknya penerapan sistem keamanan yang tertanam langsung (embedded protection) pada ekosistem digital setempat.

​Berdasarkan temuan survei B2C Pulse, konsumen di Asia Pasifik secara signifikan mengungguli rerata global dalam berbagai aktivitas harian. Hal ini terlihat dari tingginya angka keterlibatan mereka pada sektor transaksi belanja daring, pemanfaatan layanan keuangan, akses hiburan digital, hingga penggunaan sarana komunikasi berbasis internet.

​Tingginya aktivitas daring ini diimbangi oleh tingkat kekhawatiran yang besar terhadap potensi risiko kejahatan siber di kawasan tersebut. Thailand dan Malaysia memimpin tingkat kewaspadaan tertinggi, yang kemudian disusul oleh Indonesia, Tiongkok, India, serta Vietnam sebagai negara-negara yang masyarakatnya kian peka terhadap bahaya dunia maya.

Advertisement

​Pihak Kaspersky menekankan bahwa jaminan keamanan data pribadi dan transaksi finansial merupakan pilar utama dalam menjaga kepercayaan ekonomi digital. Terlebih lagi, dominasi penggunaan dompet digital yang sangat masif diproyeksikan akan terus diiringi oleh lonjakan miliaran pengguna perangkat seluler baru dalam beberapa tahun ke depan.

​Seiring dengan pesatnya transformasi ekonomi berbasis aplikasi seluler (mobile-first), Kaspersky berhasil mencegat puluhan ribu upaya serangan siber yang menyasar pengguna ponsel di Asia Pasifik pada awal tahun 2026. India dan Indonesia tercatat sebagai dua negara yang memikul volume serangan seluler paling dominan.

​Kendati demikian, peningkatan drastis dalam persentase serangan dari tahun ke tahun juga terdeteksi di berbagai kawasan lain seperti Taiwan, Sri Lanka, dan Thailand. Tren ini memperlihatkan bahaya kejahatan siber seluler yang terus merebak dengan cepat, melampaui batas negara-negara dengan kekuatan ekonomi digital utama.

Advertisement

​Banyaknya peretasan ini diperparah oleh fakta bahwa tingkat perlindungan pada ponsel umumnya masih berada di bawah standar pengamanan komputer PC. Padahal, gawai pintar saat ini telah menjadi pusat kendali bagi urusan keuangan, interaksi sosial, hingga pekerjaan profesional penggunanya.

​Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Kaspersky mengusung pendekatan keamanan terintegrasi melalui perangkat lunak SDK untuk mendeteksi malware dan phishing, fitur penganalisis panggilan misterius, hingga sistem penyaringan DNS Safe Web. Inovasi ini memungkinkan penyedia layanan maupun pengembang aplikasi untuk memberikan jaminan keamanan secara otomatis tanpa membebankan tanggung jawab teknis sepenuhnya kepada pengguna akhir.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Ponsel Anda Target Empuk? Ini Alasan Serangan Siber di Asia Pasifik Makin Ganas! – Siti Sarifah Aliah