Sinergi antara AI dan konektivitas 5G dapat mempercepat digitalisasi sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global. 5G dalam konteks ini berperan sebagai infrastruktur kunci dengan konektivias ultra-cepat, latensi rendah dan kapasitas besar.
Survei Ericsson ConsumerLab menunjukkan bahwa meningkatnya adopsi AI turut mendorong kebutuhan akan jaringan yang andal dan konsisten. Hal ini menempatkan 5G dalam dua peran strategis, yakni mengakomodasi lonjakan volume data dan kebutuhan uplink. Sekaligus, menjadi infrastruktur kritikal nasional.
Advertisement
AI juga disebut membuka peluang inovasi di berbagai sektor seperti industri, kesehatan, pendidikan dan layanan publik. President Director Ericsson Indonesia Nora Wahby menyebut bahwa konektivitas 5G diproyeksikan berkontribusi hingga USD 41 miliar terhadap PDB nasional pada periode 2024 hingga 2030 di Indonesia.
“Di Indonesia, 5G diproyeksikan berkontribusi hingga USD 41 miliar terhadap PDB nasional pada periode 2024 hingga 2030 melalui berbagai inovasi yang lahir dari platform ini,” ungkap Nora dalam acara IndoTelko Forum yang berlangsung di Jakarta, Rabu (29/4).
Nora memproyeksikan bahwa 5G akan menjadi fondasi digital yang krusial bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kata Nora, perlu adanya percepatan penggelaran jaringan 5G Standalone (SA).
Advertisement
“untuk memaksimalkan potensi tersebut, mempercepat jaringan 5G Standalone menjadi langkah penting untuk mendukung lonjakan penggunaan data seluler dan muatan kerja AI yang terus bertumbuh pada berbagai sektor industri,” imbuh Nora.
Dalam kesempatan yang sama, Co-founder Indotelko Group Setia Gunawan menyebut kalau permintaan terhadap AI meningkat sangat cepat.
“Permintaan terhadap AI meningkat sangat cepat dan tanpa dukungan konektivitas 5G yang kuat, Indonesia berisiko tertinggal dalam memanfaatkan peluang ini,” ungkap Setia.
Advertisement
Dari segi regulasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai regulator akan membuat kebijakan untuk menjaga tata kelola, sekaligus mendorong inovasi dan investasi. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni.
“Arah kebijakan Komdigi mencakup percepatan pengembangan teknologi melalui optimalisasi spektrum, penyusunan tata kelola yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, penguatan perlindungan data pribadi, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif bagi pembangunan infrastruktur digital,” jelas Wayan.
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Peran AI dan Konektivitas 5G dalam Digitalisasi di Indonesia – Nadhira Aliya Nisriyna