Kehadiran PES ini menjadi langkah strategis yang tidak hanya menghadirkan fasilitas daur ulang, tetapi juga mengintegrasikan teknologi cerdas dalam pengelolaan sampah kemasan.
Berbeda dari tempat sampah konvensional, PES merupakan smart drop box yang didukung teknologi AI hasil pengembangan ParagonCorp bersama PlasticPay. Teknologi ini memungkinkan sistem mengenali, mengklasifikasi, hingga membantu proses pemilahan awal kemasan kosong berdasarkan jenis material seperti plastik, kertas, kaca, maupun material campuran.
Advertisement
Dengan kata lain, proses daur ulang tidak lagi sepenuhnya manual. Sebaliknya, teknologi AI dalam PES membantu meningkatkan akurasi pemilahan, sehingga mempercepat proses pengolahan lanjutan serta meminimalkan kesalahan dalam pengelolaan limbah.
Lebih jauh, penggunaan AI juga membuka peluang pengumpulan data yang lebih terukur. Data ini dapat dimanfaatkan untuk memahami pola perilaku masyarakat dalam membuang sampah, sekaligus menjadi dasar pengembangan kebijakan dan program keberlanjutan ke depan.
“Melalui Paragon Empties Station, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi enabler dalam membangun kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab,” ujar Suci Hendrina, Head CSR ParagonCorp.
Advertisement
Ia menegaskan, inovasi berbasis AI ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman baru bagi masyarakat dalam berkontribusi terhadap lingkungan.
Seiring dengan itu, Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menilai bahwa pendekatan berbasis teknologi menjadi penting di tengah meningkatnya volume sampah kemasan.
“Dengan dukungan teknologi seperti AI, sistem pengelolaan sampah dapat menjadi lebih efektif dan terukur. Ini menjadi langkah maju dalam mendorong ekonomi sirkular,” jelasnya.
Advertisement
Selain itu, Transjakarta turut mendukung implementasi teknologi ini dengan menyediakan lokasi strategis di halte. Dengan mobilitas jutaan penumpang setiap hari, integrasi teknologi AI dalam ruang publik dinilai mampu mempercepat adopsi perilaku ramah lingkungan.
“Teknologi AI di PES membuat prosesnya lebih interaktif dan mudah digunakan. Ini penting untuk menarik partisipasi masyarakat,” kata Yungki Syailendra, Head of Commercial Division Transjakarta.
Saat ini, PES berbasis AI telah hadir di 10 titik awal, termasuk area ritel, rumah ibadah, hingga perkantoran. Dari implementasi tersebut, terlihat bahwa masyarakat tidak hanya tertarik untuk membuang kemasan, tetapi juga ingin memahami bagaimana teknologi bekerja dalam proses daur ulang.
Advertisement
Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan teknologi dapat berjalan beriringan dengan edukasi. Bahkan, keduanya saling memperkuat dalam mendorong perubahan perilaku.
Cara penggunaannya pun cukup sederhana. Masyarakat hanya perlu memasukkan kemasan kosong ke dalam mesin PES. Selanjutnya, sistem AI akan membantu proses identifikasi dan pengelompokan sebelum limbah diproses lebih lanjut secara bertanggung jawab.
Sebagai bentuk transparansi, ParagonCorp juga menampilkan hasil akhir dari proses daur ulang tersebut dalam berbagai produk bernilai guna. Informasi ini dapat diakses melalui kanal edukasi mereka, termasuk media sosial @itsparagreen dan @paragonation.
Advertisement
Inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan ParaGoNation, yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan.
Ke depan, Suci menegaskan integrasi teknologi AI dalam PES diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari sisi fitur, jangkauan, maupun kapasitas pengolahan. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga didukung oleh sistem yang cerdas dan terintegrasi.
“Melalui inovasi ini, ParagonCorp menegaskan komitmennya sebagai beauty tech company yang tidak hanya fokus pada produk, tetapi juga pada solusi berkelanjutan berbasis teknologi,” pungkas Suci.
Advertisement
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Paragon Empties Station Berbasis AI Ubah Cara Daur Ulang di Jakarta – Herning Banirestu