Menjemput “Lembayung” di Jantung Ciwidey: Harmoni Baru Wisata di Bandung Selatan

Menjemput

Baru – Di antara barisan pohon pinus yang menjulang dan karpet hijau perkebunan teh yang menyejukkan, wisata Bandung Selatan resmi bersolek, siap menantang hegemoni Lembang dengan pesona yang lebih intim dan autentik.

Sebelumnya, selama bertahun-tahun, objek wisata Bandung Utara mungkin menjadi primadona. Namun kini, peta wisata Tanah Pasundan mulai bergeser.

Bukan sekadar destinasi musiman, kawasan Ciwidey kini bertransformasi menjadi ruang komunal yang hidup.

Baca Juga:Sailing into Greatness: Rayakan HUT ke-54, Daya Group Perkuat Sinergi dan Ketangguhan Menuju Masa DepanGeger ‘Caretaker’ Perbasi Jabar: Ketua Terpilih Epriyanto Siap Melawan, Ancam Bawa ke Arbitrase!

Di sini, narasi pembangunan tidak lagi soal beton, melainkan tentang bagaimana warga desa, kelompok tani hutan, dan pengusaha lokal berjalan beriringan membangun impian.

Lahir dari semangat tersebut, Lembayung Pinus Camp muncul sebagai magnet baru bagi para pelancong. Berawal dari jalur pendakian legendaris Sunan Ibu, tempat ini berevolusi menjadi rumah bagi mereka yang rindu pada dekapan alam.

“Konsepnya komunal, seperti klub. Tidak besar, tapi kami suguhkan fasilitas lengkap di dalamnya,” ujar Irvan, pengelola Lembayung Pinus Camp, Minggu (19/4/2026).

Fasilitas Mewah di Tengah Kesunyian

Lembayung Pinus Camp menawarkan kemewahan tanpa harus merusak ketenangan. Pengunjung tak perlu mendaki jauh ke dalam hutan untuk mendapatkan sensasi self-healing.

Dengan konsep yang humanis, pengelola telah menyiapkan beragam pilihan akomodasi yang kini tengah dalam tahap penyelesaian akhir.

Beberapa tempat yang dapat dinikmati di antaranya, Glamping Keluarga. Ada 18 unit glamping yang nyaman dan privat. Kemudian ada juga Camper Van Park, area luas dengan kapasitas 34 spot bagi pecinta gaya liburan road trip.

Tak hanya itu, pengunjung juga bisa bermalam di Kavling Tenda. Tempat ini bisa menjadi pilihan klasik bagi mereka yang ingin lebih dekat dengan tanah.

Baca Juga:Bupati Jeje hingga Beckham Putra Wisuda di Unjani, Rektor: Tidak Ada Jalur Khusus!Motif Pengeroyokan Geng Motor di Cibeureum Terungkap, Polres Cimahi Ringkus 20 Pelaku

Satu hal yang membedakan tempat ini dengan kawasan wisata lainnya adalah kemurnian ekosistemnya.

Berada di tengah perkebunan teh yang dirawat dengan hati, pengunjung bisa menyeruput kopi atau bersantai di samping air terjun tanpa gangguan lalat, hal yang jarang ditemukan di kawasan yang berdekatan dengan pertanian.

Mengejar Matahari, Menemukan Kedamaian

Sesuai namanya, daya tarik utama tempat ini adalah “Momen Lembayung”. Pengelola sengaja membangun selasar kayu yang menghadap tepat ke arah cakrawala.

Menjemput “Lembayung” di Jantung Ciwidey: Harmoni Baru Wisata di Bandung Selatan

– Nur Aziz