Mayoritas Jamaah Perempuan, Petugas Haji Perempuan Ditingkatkan

Mayoritas Jamaah Perempuan, Petugas Haji Perempuan Ditingkatkan
Wakil Menteri (Wamen) Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.


|  — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan bahwa keterlibatan petugas perempuan dalam penyelenggaraan haji tahun ini mencapai 33,2 persen dari total petugas. Komposisi tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan jamaah, terutama jamaah perempuan.

Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan hal tersebut usai memimpin apel pagi dan kegiatan lari bersama peserta pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu pagi. Ia menyebutkan, persentase petugas perempuan tersebut bahkan melampaui target awal kementerian yang menetapkan kuota sebesar 30 persen.
Menurut Dahnil, peningkatan jumlah petugas perempuan dilandasi oleh kondisi demografis jamaah haji Indonesia yang mayoritas merupakan perempuan. Karena itu, kehadiran petugas perempuan dinilai sangat penting untuk menghadirkan layanan yang lebih humanis, aman, dan selaras dengan ketentuan syariat, khususnya dalam urusan yang bersifat pribadi maupun konsultasi ibadah.
“Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Bapak Menteri. Kami memberikan afirmasi kepada perempuan karena mayoritas jamaah haji kita adalah perempuan,” ujar Dahnil.
Ia menambahkan, pada penyelenggaraan haji di tahun-tahun sebelumnya, tidak sedikit jamaah perempuan yang merasa kurang nyaman ketika harus berkonsultasi mengenai persoalan ibadah atau kesehatan kewanitaan kepada petugas laki-laki. Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi kementerian.
Dengan jumlah petugas perempuan yang lebih proporsional, pendekatan pelayanan diharapkan dapat berlangsung lebih personal dan efektif. Jamaah perempuan pun akan merasa lebih leluasa dalam menyampaikan keluhan maupun kebutuhan mereka. “Komunikasi tentu akan lebih nyaman ketika dilakukan dengan sesama perempuan,” jelasnya.
Dahnil juga menekankan pentingnya nilai empati dalam pelayanan haji. Seluruh petugas dibekali pemahaman agar memperlakukan jamaah, khususnya lansia, seperti orang tua mereka sendiri. Namun, keberadaan petugas perempuan diyakini mampu menghadirkan sentuhan keibuan dan kepedulian yang lebih spesifik bagi jamaah wanita yang berada jauh dari keluarga.
Ke depan, kata Dahnil, komposisi petugas haji perempuan akan terus dievaluasi agar seimbang dengan jumlah jamaah laki-laki dan perempuan. “Proporsinya akan terus kita kaji dan sesuaikan,” ujarnya.
Kebijakan ini juga diharapkan memberikan ketenangan bagi keluarga jamaah di Tanah Air. Dengan adanya pendampingan dari petugas perempuan yang berempati tinggi, keluarga dapat merasa lebih tenang melepas ibu atau nenek mereka untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.(da*)


Mayoritas Jamaah Perempuan, Petugas Haji Perempuan Ditingkatkan – Nasional