Pengelolaan air kini menjadi fokus strategis dalam pembangunan sektor industri global. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengoreksi potensi krisis air bersih hingga 40 persen pada 2030 jika pola konsumsi tidak diubah. Mengingat industri menyerap hampir seperlima dari pasokan air tawar dunia, penerapan sistem daur ulang air menjadi solusi krusial demi menjaga kelestarian sumber daya tersebut.
Sebagai bentuk penanganan isu krisis ini, Greenland International Industrial Center (GIIC) di bawah pengelolaan PT Puradelta Lestari Tbk. telah menerapkan inisiatif pengolahan air sejak awal 2025. Program ini dirancang untuk meminimalkan ketergantungan pada air tawar sekaligus menciptakan ekosistem industri berkelanjutan di kawasan Kota Deltamas.
Langkah inovatif GIIC tersebut mendapat sambutan positif dari para penghuni kawasan industri. Amazon Web Services (AWS) tercatat sebagai mitra pertama yang mengadopsi sistem ini, di mana air hasil daur ulang dimanfaatkan khusus sebagai media pendingin pada fasilitas pusat data milik mereka.
Advertisement
Infrastruktur pengolahan air daur ulang di GIIC memiliki kapasitas produksi mencapai 8.000 m³ setiap harinya. Fasilitas ini mampu mengolah dan memproses kembali sekitar 60 persen air limbah kawasan, serta telah memenuhi regulasi baku mutu kesehatan dan lingkungan yang ditetapkan pemerintah Indonesia sehingga aman untuk utilitas industri.
Pemanfaatan air non-minum oleh AWS sejalan dengan komitmen global perusahaan untuk mengembalikan pasokan air ke masyarakat lebih banyak daripada yang digunakan pada 2030. Strategi ini dipandang sebagai bentuk pengelolaan air secara sirkular demi memastikan pasokan air tawar tetap diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat luas.
Kolaborasi antara penyedia kawasan industri dan perusahaan teknologi ini menjadi percontohan nyata bagaimana sektor swasta dapat saling bersinergi. Langkah bersama ini diharapkan mampu menjaga ketahanan air lokal sekaligus memberi dampak positif bagi kelestarian lingkungan sekitar.
Advertisement
Secara keseluruhan, GIIC berdiri di atas lahan seluas 2.200 hektare di Kota Deltamas, Cikarang. Kawasan terpadu hasil kerja sama Sinar Mas Land dan Sojitz Corporation ini didukung oleh infrastruktur ramah lingkungan modern, seperti instalasi pengolahan limbah terpusat, penggunaan panel surya, hingga ketersediaan ruang terbuka hijau yang luas.
Aksesibilitas kawasan ini sangat strategis karena terhubung langsung dengan beberapa gerbang Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Selain fasilitas industri, kawasan ini juga disokong oleh sarana pendidikan, pusat kesehatan, hingga fasilitas komersial dan rekreasi yang menunjang kenyamanan para pekerja serta penghuni di dalamnya.
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Kurangi Penggunaan Air Tawar, GIIC Hadirkan Fasilitas Pengolahan Air Limbah Terpadu – Siti Sarifah Aliah