| Komdigi memberikan layanan pemulihan trauma anak-anak korban bencana di Sumatera termasuk Sumbar |
| – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra meninggalkan dampak psikologis yang signifikan, khususnya bagi anak-anak.
Untuk membantu pemulihan trauma dan mengembalikan rasa aman, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menurunkan Mobil Dukungan Psikososial ke daerah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengajak masyarakat untuk saling memberi dukungan di tengah masa sulit.
“Bencana mengajarkan kita untuk saling menjaga dan menguatkan. Kehadiran negara tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga empati. Melalui layanan psikososial ini, kami berharap keceriaan anak-anak bisa kembali,” ujar Meutya.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa sebelumnya di Belawan, Medan, dan menjadi bagian dari strategi pemulihan berkelanjutan Komdigi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Very Radian Wicaksono, menekankan pentingnya pemulihan psikologis pascabencana.
“Pemulihan fisik saja tidak cukup. Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk mengatasi trauma, dan di sinilah peran negara sangat dibutuhkan,” katanya.
Mobil Dukungan Psikososial kini menjangkau titik-titik pengungsian dan komunitas terdampak di Aceh, Kota Padang, Kabupaten Agam di Sumatera Barat, serta berbagai lokasi di Sumatera Utara. Penentuan lokasi dilakukan melalui pemetaan kebutuhan lapangan dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Melalui kegiatan seperti bermain, menggambar, bercerita, dan interaksi kelompok yang aman, layanan ini membantu anak-anak mengurangi kecemasan, membangun kepercayaan diri, dan memperkuat ketangguhan sosial. Komdigi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang empatik, khususnya bagi kelompok paling rentan di masa krisis.(da*)