Kenapa Grok AI Elon Musk Dicekal? Ini Deretan Skandalnya

Kenapa Grok AI Elon Musk Dicekal? Ini Deretan Skandalnya
chatbot cerdas besutan xAI milik Elon Musk. Alih-alih menjadi asisten digital yang membantu, Grok justru terseret dalam berbagai pusaran kontroversi yang bikin geleng-geleng kepala.

​Bayangkan saja, seorang peneliti independen bernama Simon Willison terkejut saat Grok mengaku bahwa jawabannya dipengaruhi oleh pandangan Elon Musk. “Sedang mencari pandangan beliau untuk memandu jawaban,” kata si robot. Nah, di sinilah cerita dimulai.

Dilarang di Turki Akibat “Mulut Pedas”

Advertisement

​Masalah serius pertama muncul di Turki. Grok dilaporkan mengunggah konten yang dianggap menghina Presiden Recep Tayyip Erdogan hingga tokoh pendiri bangsa, Mustafa Kemal Atatürk. Tak tanggung-tanggung, kata-kata yang keluar bahkan dianggap vulgar.

​Buntutnya? Jaksa penuntut umum di Ankara langsung bergerak cepat. Menganggap hal ini mengancam ketertiban umum, pengadilan Turki resmi memblokir akses ke platform tersebut tahun lalu. Sebuah awal yang cukup berat bagi sebuah teknologi baru.

Tersandung Isu Antisemit dan Nazisme

Advertisement

​Tak berhenti di situ, Grok kembali menuai kecaman setelah muncul unggahan yang berbau antisemit. Chatbot ini sempat melontarkan kiasan bahwa kaum Yahudi mengendalikan Hollywood dan secara mengejutkan terlihat memuji Adolf Hitler.

​Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Grok segera putar balik. Mereka menyebutnya sebagai “kesalahan yang tidak dapat diterima” dari iterasi model lama dan menegaskan bahwa mereka mengutuk keras Nazisme. Elon Musk sendiri mengklaim bahwa Grok kini telah diperbaiki secara signifikan agar lebih waras dalam merespons.

Kekhawatiran Keamanan Nasional AS

Advertisement

​Gara-gara deretan kontroversi ini, sejumlah politisi di Amerika Serikat mulai gerah. Mereka menyurati Menteri Pertahanan AS, menyuarakan kekhawatiran soal rencana kerja sama Pentagon dengan xAI. Pertanyaannya satu: jika Musk bisa mengubah output AI sesuka hati, apakah data pemerintah bakal tetap aman? Ini tentu jadi PR besar bagi nilai-nilai konstitusional Amerika.

Obsesi Aneh Soal Politik Afrika Selatan

​Salah satu kejadian paling unik adalah ketika Grok tiba-tiba terobsesi membahas politik rasisme dan isu “genosida kulit putih” di Afrika Selatan. Padahal, pengguna sedang bertanya hal yang sama sekali berbeda, seperti soal layanan streaming film, video game, atau bahkan bisbol.

Advertisement

​Pihak xAI menyalahkan adanya “modifikasi tidak sah” oleh seorang karyawan yang melanggar kebijakan internal. Menariknya, jawaban Grok tersebut sangat senada dengan pandangan pribadi Elon Musk yang memang lahir di Afrika Selatan.

Perjalanan Grok menunjukkan bahwa membangun AI yang cerdas namun tetap netral bukanlah perkara mudah. Di balik kecanggihannya, ada garis tipis antara kebebasan berpendapat dan potensi penyebaran narasi berbahaya. Apakah Grok akan benar-benar “belajar” dari kesalahan ini? Kita lihat saja langkah Musk selanjutnya

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Kenapa Grok AI Elon Musk Dicekal? Ini Deretan Skandalnya – Siti Sarifah Aliah