Karier sebagai atlet profesional dan kelangsungan pendidikan dinilai dapat berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan. Pesan mendasar inilah yang diusung oleh UniPin saat memberikan dukungan pada acara bincang-bincang gagasan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bertajuk “Mimpi Besar, Sekolah Kelar: No Drop Out, Just Level Up” di SMAN 1 Jakarta.
Dalam agenda tersebut, UniPin mengutus Debora Imanuella selaku Senior VP Community and Media Networks Global untuk memandu jalannya diskusi. Keterlibatan perusahaan tersebut membawa wawasan mendalam dari ranah gim siber (esports) terkait krusialnya penempaan potensi usia muda yang berimbang antara kepiawaian bertanding dan bekal akademik demi kesuksesan jangka panjang.
Seiring terbukanya esports sebagai batu loncatan prestasi, seorang atlet membutuhkan kapasitas diri yang lebih luas daripada sekadar keahlian teknis. Penguasaan manajemen waktu, kedisiplinan, etika, tata cara berkomunikasi, serta semangat belajar secara berkelanjutan menjadi pilar utama dalam mencetak talenta yang berdaya saing tinggi.
Advertisement
Pihak UniPin menegaskan bahwa meniti prestasi olahraga tidak sepatutnya menjadi alasan untuk memutus rantai pendidikan. Sebaliknya, pendidikan berperan sebagai pijakan utama bagi para atlet muda dalam mengarungi setiap fase kehidupan, sehingga seluruh pemangku kepentingan perlu membangun ekosistem pendukung yang inklusif.
Pengalaman nyata terkait keseimbangan ini dibagikan oleh Dylont “Shogun” Ananda Setya Hurahira, pemain esports profesional dari tim Bigetron by Vitality yang juga berstatus mahasiswa UPN Veteran Jakarta. Ia mengisahkan strateginya dalam membagi fokus antara jadwal perkuliahan, porsi latihan, serta agenda kejuaraan.
Menurut Shogun, bangku pendidikan memberikan kontribusi nyata dalam membentuk etika bertanding serta kemampuan berinteraksi secara profesional. Ia turut memotivasi para siswa untuk gigih mengejar minat yang disukai sembari tetap mengoptimalkan potensi diri di ranah formal.
Advertisement
Pandangan senada diutarakan oleh Kepala SMAN 1 Jakarta, Dra. Fauro Sartana, yang menekankan pentingnya peran sekolah dalam memfasilitasi bakat siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sekolah berkomitmen menghadirkan ruang tumbuh yang seimbang agar kedua segmen tersebut saling menopang satu sama lain.
Dukungan serupa mengalir dari perwakilan KONI DKI Jakarta, Kantor Staf Presiden, hingga instansi pemerintah melalui penekanan pada prioritas pembangunan sumber daya manusia. Melalui kolaborasi lintas sektor antara industri, institusi pendidikan, dan pemerintah, para atlet muda diharapkan mampu meraih mimpi besarnya tanpa kehilangan fondasi masa depan.
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Jadi Atlet Profesional Tak Harus Tinggalkan Sekolah, Ini Pesan UniPin untuk Talenta Muda – Siti Sarifah Aliah