Berdasarkan analisis dampak ekonomi yang dirilis perusahaan, suntikan dana berskala besar ini diproyeksikan bakal memberikan stimulus signifikan bagi pertumbuhan ekonomi regional. Setelah seluruh rencana investasi rampung, kontribusi terhadap akumulasi Produk Domestik Bruto (PDB) di keempat negara tersebut diperkirakan mampu melampaui angka US$64 miliar. Selain itu, proyek ini berpotensi menyerap lebih dari 56.300 tenaga kerja purna waktu per tahun di sektor rantai pasok pusat data lokal.
Langkah ekspansif Amazon ini sejalan dengan potensi masif ASEAN yang diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia, dengan nilai ekonomi digital menyentuh US$560 miliar pada tahun 2030. David Zapolsky, selaku Chief Global Affairs and Legal Officer, memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah di Asia Tenggara atas kebijakan progresif yang dinilai berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pertumbuhan industri teknologi tinggi.
Advertisement
Jejak langkah Amazon di Asia Tenggara sendiri sejatinya telah dimulai sejak 16 tahun lalu melalui pembukaan AWS Region pertama di Singapura pada 2010. Seiring berjalannya waktu, jaringan infrastruktur ini terus meluas dengan peresmian AWS Region di Indonesia pada 2021, Malaysia pada 2024, dan Thailand pada 2025. Hingga saat ini, korporasi telah mempekerjakan ribuan staf operasional serta menanamkan modal lebih dari US$3 miliar untuk memperkuat berbagai lini bisnisnya di kawasan ini.
Implementasi teknologi cloud dan AI dari Amazon terbukti memberikan dampak nyata dalam meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional di berbagai sektor. Sebagai contoh, perusahaan 123RF di Malaysia berhasil meningkatkan akurasi pencarian gambar hingga dua kali lipat, sementara Union Bank di Filipina mampu mempercepat penyajian data analitik berbasis AI generatif untuk kebutuhan bisnis mereka hingga lima kali lipat lebih cepat.
Manfaat serupa juga dirasakan di sektor properti dan pelayanan publik. Perusahaan Sansiri di Thailand sukses memangkas separuh beban administrasi manual berkat sistem asisten AI yang mempercepat proses pengolahan puluhan ribu faktur bulanan. Di Singapura, lembaga GovTech mengembangkan platform MAESTRO yang telah membantu puluhan instansi pemerintah serta ratusan ilmuwan data dalam menciptakan solusi AI generatif yang efisien dan tepat guna.
Advertisement
Selain membangun infrastruktur fisik, Amazon juga berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia agar siap menghadapi era kecerdasan buatan. Sejak tahun 2017, perusahaan mengklaim telah melatih sekitar 2,7 juta individu di Asia Tenggara dalam bidang kecerdasan komputasi awan. Amazon juga aktif membuka ruang kemitraan dengan otoritas lokal guna menetapkan target nasional yang ambisius terkait peningkatan kecakapan digital masyarakat.
Guna mempercepat adopsi keahlian tingkat tinggi seperti data engineer dan arsitek cloud, Amazon menggulirkan program khusus seperti “AI Spring” dan “Skills to Job Tech Alliance” di beberapa negara ASEAN. Salah satu pencapaian unik bahkan tercatat di Jawa Barat, Indonesia, di mana ribuan pelajar dan guru berhasil memecahkan rekor dunia setelah menciptakan lebih dari sepuluh ribu aplikasi AI generatif dalam waktu satu hari melalui lokakarya interaktif.
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Investasi Rp500 Triliun! Amazon Siap Sulap Asia Tenggara Jadi Raksasa Cloud dan AI di 2039 – Siti Sarifah Aliah