Google Gunakan Gemini untuk Basmi Iklan Penipuan, 191,9 Juta Iklan Dihapus di Indonesia

Google Ads Safety Report 2025, perusahaan mengungkapkan keberhasilan signifikan dalam menekan peredaran iklan yang melanggar kebijakan, termasuk iklan penipuan atau scam.

Secara khusus di Indonesia, Google mencatat telah menghapus sebanyak 191,9 juta iklan yang dinilai menyesatkan sepanjang tahun 2025. Tidak hanya itu, sebanyak 385 ribu akun pengiklan juga ditangguhkan karena terbukti melanggar kebijakan yang berlaku. Angka ini menunjukkan peningkatan upaya penegakan aturan yang lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Langkah ini menjadi semakin penting mengingat maraknya modus penipuan digital yang memanfaatkan platform iklan untuk menjangkau korban. Oleh karena itu, Google mengandalkan teknologi AI terbaru untuk memperkuat sistem deteksi dan pencegahan.

Advertisement

Menurut Keerat Sharma, selaku Vice President & General Manager Ads Privacy and Safety di Google, perusahaan sebenarnya telah lama menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan. Namun, kehadiran Gemini membawa lompatan besar dalam efektivitas sistem tersebut.

“Kami telah lama memanfaatkan AI canggih untuk mengidentifikasi dan menghentikan pelaku penipuan. Kini, dengan Gemini, kemampuan tersebut meningkat jauh lebih signifikan,” ujar Keerat dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa model AI terbaru ini mampu menganalisis ratusan miliar sinyal secara simultan. Sinyal tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari usia akun, pola perilaku pengguna, hingga karakteristik kampanye iklan yang dijalankan. Dengan pendekatan ini, sistem dapat mendeteksi ancaman bahkan sebelum iklan tersebut sempat dilihat oleh pengguna.

Advertisement

Berbeda dengan metode lama yang mengandalkan pencocokan kata kunci, Gemini dirancang untuk memahami konteks dan maksud (intent) dari sebuah iklan. Artinya, sistem tidak hanya membaca teks secara literal, tetapi juga menilai tujuan di balik konten tersebut. Dengan demikian, iklan yang mencoba menyamarkan niat buruknya tetap dapat teridentifikasi.

Pendekatan berbasis pemahaman konteks ini dinilai lebih efektif dalam menghadapi taktik baru para pelaku penipuan yang semakin canggih. Pasalnya, banyak iklan berbahaya yang sengaja dirancang agar lolos dari sistem deteksi tradisional.

Secara global, pemanfaatan Gemini juga menunjukkan hasil yang tidak kalah impresif. Sepanjang 2025, Google berhasil memblokir atau menghapus lebih dari 8,3 miliar iklan yang melanggar kebijakan. Selain itu, sebanyak 24,8 juta akun pengiklan turut ditangguhkan.

Advertisement

Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 602 juta iklan dan 4 juta akun yang secara khusus teridentifikasi terkait dengan aktivitas penipuan. Hal ini menegaskan bahwa ancaman scam masih menjadi salah satu fokus utama dalam pengawasan platform iklan digital.

Tidak hanya meningkatkan akurasi deteksi, Gemini juga membantu Google dalam mempercepat respons terhadap laporan pengguna. Dengan dukungan AI, perusahaan mampu memproses masukan pengguna secara lebih efisien dan mengambil tindakan lebih cepat.

“Gemini memungkinkan kami menangani laporan pengguna hingga empat kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya,” tambah Keerat.

Advertisement

Peningkatan ini menjadi krusial dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman. Sebab, meskipun masih ada kemungkinan iklan bermasalah lolos dan muncul di platform, waktu penanganannya kini jauh lebih singkat. Dengan kata lain, potensi kerugian yang dialami pengguna dapat diminimalkan.

Selain itu, langkah ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan Google dalam menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan iklan digitalnya. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, keamanan menjadi faktor utama yang tidak bisa diabaikan.

Ke depan, Google diperkirakan akan terus mengembangkan kemampuan Gemini agar semakin adaptif terhadap berbagai bentuk ancaman baru. Terlebih, pelaku kejahatan siber juga terus berinovasi dalam mencari celah untuk mengeksploitasi sistem yang ada.

Advertisement

Dengan memanfaatkan teknologi AI generatif yang semakin canggih, Google berharap dapat tetap selangkah lebih maju dalam melindungi pengguna dari berbagai risiko penipuan digital. Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi teknologi tidak hanya berfokus pada inovasi, tetapi juga pada aspek keamanan dan perlindungan pengguna.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Google Gunakan Gemini untuk Basmi Iklan Penipuan, 191,9 Juta Iklan Dihapus di Indonesia – Firda Zahara