| Ilustrasi |
| – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di wilayah Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, menyampaikan bahwa total 10 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang sesuai manifest penerbangan.
“Seluruh korban telah teridentifikasi sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang,” ujar Kapolda dalam konferensi pers di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, Sabtu.
Dijelaskan Kapolda, dari 11 kantong jenazah (body pack) yang diterima tim DVI dari tim SAR, 10 di antaranya berhasil diidentifikasi. Sementara satu kantong lainnya hanya berisi bagian tulang, yang diyakini merupakan bagian dari salah satu korban.
“Dari 11 body pack yang diterima, 10 sudah teridentifikasi karena kondisi tubuh masih utuh. Satu kantong lainnya berisi tulang, namun dapat dipastikan bagian dari korban,” jelasnya.
Proses identifikasi dilakukan setelah tim DVI menerima body pack pada Jumat (23/1/2026). Pemeriksaan dilakukan dengan metode sidik jari, data gigi, properti pribadi, serta ciri medis, yang dicocokkan dengan data post mortem dan ante mortem.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muh Haris, menambahkan bahwa tujuh kantong jenazah yang diserahkan Basarnas berhasil diidentifikasi setelah melalui pemeriksaan lanjutan.
“Identifikasi dilakukan dengan memadukan sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis sesuai data ante mortem dan post mortem,” ujar Haris.
Korban yang telah teridentifikasi antara lain:
Yoga Nouval Prakoso, pegawai KKP sebagai operator foto udara (penumpang)
Ferry Irawan (41), pegawai KKP (penumpang)
Muhammad Parhan Gunawan (26), Co-Pilot ATR 42-500
Hariadi (57), kru pesawat
Dwi Murdiono (40), kru pesawat
Restu Adi Pribadi (40), kru pesawat
Andi Dahananto (58), Pilot ATR 42-500
Dengan selesainya proses identifikasi, seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) telah diserahkan kepada keluarga. Sebelumnya, tiga jenazah atas nama Florencia, Deden, dan Esther telah diambil lebih dahulu oleh keluarga masing-masing.(da*)