7 Lukisan Karya Basuki Abdullah yang Ikonik dan Penuh Makna

7 Lukisan Karya Basuki Abdullah yang Ikonik dan Penuh Makna

Basuki Abdullah merupakan salah satu pelukis ternama Indonesia yang dikenal sebagai maestro seni lukis realis dengan kemampuan teknik yang sangat kuat. Karya-karyanya banyak mengangkat figur manusia, alam, serta nilai budaya dan sejarah bangsa, sehingga tidak hanya indah secara visual, tetapi juga bermakna. Keunikan gaya dan ketajaman detail dalam setiap lukisan membuat nama Basuki Abdullah dikenal hingga ke mancanegara. Berikut lukisan karya Basuki Abdullah yang mendunia dan memiliki pengaruh besar dalam perjalanan seni rupa Indonesia.

7 Lukisan Karya Basuki Abdullah yang Paling Terkenal

1. Lukisan Nyi Roro Kidul (1950)

Digital Archive of Indonesia Contemporary Art

Lukisan Nyi Roro Kidul merupakan salah satu karya ikonik Basuki Abdullah yang sarat nilai artistik dan spiritual. Ide pembuatannya berawal dari pengalaman Basuki Abdullah saat berusia 18 tahun, ketika ia sering mengunjungi Pantai Parangtritis untuk bersemedi dan berdoa. Dari pengalaman tersebut, muncul dorongan untuk melukiskan sosok Ratu Pantai Selatan.

Dalam lukisan ini, Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai figur yang anggun dan penuh kelembutan. Pendekatan realisme yang halus digunakan Basuki Abdullah untuk melukiskan wajah Sang Ratu sehingga tampak hidup dan berkarakter. Basuki Abdullah diketahui membuat enam versi lukisan Nyi Roro Kidul, salah satunya menjadi koleksi Presiden Soekarno dan disimpan di Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Baca juga: 5 Lukisan Karya Affandi Paling Terkenal, Sudah Mendunia!

2. Diponegoro Memimpin Pertempuran (1940)

Digital Archive of Indonesia Contemporary Art

Lukisan lain yang ikonik dan fenomenal karya Basuki Abdullah adalah lukisan Pangeran Diponegoro sedang menunggangi kuda. Lukisan ini dimaknai sebagai representasi semangat perlawanan, kepemimpinan, dan nasionalisme. Pangeran Diponegoro tidak sekadar ditampilkan sebagai tokoh sejarah, melainkan sebagai simbol keberanian rakyat Indonesia dalam menghadapi penjajahan. 

Melalui pendekatan realisme yang kuat, Basuki Abdullah menekankan karakter Diponegoro sebagai pemimpin yang berani, berwibawa, dan tidak gentar melawan ketidakadilan. Menariknya, karya ini diciptakan Basuki Abdullah saat ia sedang menempuh pendidikan seni di Belanda, di tengah kondisi Indonesia yang masih berada di bawah penjajahan.

3. Soekarno (1951)

Digital Archive of Indonesia Contemporary Art

Lukisan ini tidak hanya menggambarkan sosok Soekarno sebagai figur sejarah, melainkan sebagai simbol kepemimpinan dan perjuangan bangsa. Melalui ekspresi wajah yang tegas serta pancaran wibawa yang kuat, lukisan ini merekam karakter Ir. Soekarno sebagai proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Detail visual yang ditampilkan memperlihatkan karisma alami sang pemimpin, sehingga potret ini terasa hidup dan sarat makna.

4. Ibu dan Anak (1992)

Dok. Kebudayaan Kemdikbud

Lukisan Ibu dan Anak karya Basuki Abdullah yang dibuat pada 1992, menampilkan sosok seorang ibu yang menggendong anaknya dengan penuh kelembutan. Karya ini tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga menghadirkan kedalaman makna melalui pengolahan unsur garis, tekstur, dan warna. Basuki Abdullah menerapkan pendekatan Teori Kritik Clive Bell atau significant form untuk membangun emosi yang kuat dan menyentuh sisi kemanusiaan.

Melalui pendekatan tersebut, lukisan ini memancarkan nilai cinta kasih, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu terhadap anaknya tanpa pamrih. Emosi tersebut tergambar jelas dari komposisi visual, ekspresi tokoh, hingga detail beban yang ditopang sang ibu di punggungnya tanpa disadari oleh sang anak. Keseluruhan elemen ini menjadikan lukisan Ibu dan Anak sebagai karya yang tidak hanya indah secara estetis, tetapi juga sarat makna dan mampu menggugah perasaan bagi yang melihatnya.

5. Pertempuran Gatotkaca dan Antasena (1945-1993)

Digital Archive of Indonesia Contemporary Art

Lukisan Pertempuran Gatotkaca dan Antasena menjadi salah satu karya awal Basuki Abdullah yang berhasil mengangkat namanya ke tingkat yang lebih luas. Karya ini dipamerkan pada 1933 dalam ajang Jaarbeurs atau Pekan Raya Bandung, sebuah pameran bergengsi yang saat itu didominasi oleh pelukis asal Eropa. 

Kehadiran Basuki Abdullah dengan tema pewayangan Jawa menjadikan lukisan ini tampil menonjol dan menarik perhatian banyak pengunjung. Terinspirasi dari kisah Mahabharata, lukisan ini menggambarkan duel sengit antara Gatotkaca dan Antasena yang saling mengadu kesaktian. 

Adegan pertempuran divisualisasikan secara ekspresif dengan gaya realisme untuk menonjolkan kekuatan, emosi, serta dinamika gerak kedua tokoh. Kemampuan Basuki Abdullah dalam mengolah pencahayaan dan perpaduan warna terlihat matang, mencerminkan latar belakangnya yang tumbuh di lingkungan Keraton Surakarta dan akrab dengan dunia seni tradisi Jawa.

Baca juga: 10 Lukisan Hendra Gunawan yang Terkenal Mendunia

6. Kakak dan Adik (1978)

Digital Archive of Indonesia Contemporary Art

Karya yang dibuat Basuki Abdullah pada 1978 ini menggunakan cat minyak di atas kanvas berukuran 65 x 79 cm dan menonjolkan penguasaan teknik realisme yang matang. Sosok kakak tampil sebagai simbol pengorbanan dan cinta kasih yang tulus, merefleksikan empati sang pelukis terhadap nilai kemanusiaan.

7. Maria Assumpta (1935)

sarasvati.co.id

Lukisan ini menampilkan Bunda Maria dengan wajah ayu khas wanita Jawa, mengenakan kebaya beludru gelap berpadu kain parang rusak, lengkap dengan bros, giwang, kerudung, dan selendang putih yang menegaskan nuansa bangsawan Jawa. Penampilan Bunda Maria dipadukan dengan detail budaya lokal, sehingga karya ini terasa dekat sekaligus agung.

Dalam komposisi lukisan, Bunda Maria digambarkan terangkat ke surga, melayang di atas Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Awan dan sinar lembut berwarna-warni memancar dari tubuhnya, termasuk telapak tangan dan kakinya, seakan menebarkan berkat bagi dunia. Nuansa magis dan religius ini menjadikan lukisan karya Basuki Abdullah sarat makna spiritual dan estetika.

Sumber foto teaser: Digital Archive of Indonesia Contemporary Art

7 Lukisan Karya Basuki Abdullah yang Ikonik dan Penuh Makna