Babak Baru AI di Genggaman, ByteDance Tanam Plugin di Smartphone

Babak Baru AI di Genggaman, ByteDance Tanam Plugin di Smartphone

Alih-alih bermain sendiri, ByteDance memilih jalur kolaborasi. Perusahaan induk TikTok ini disebut tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen perangkat keras, mulai dari Vivo, Lenovo, hingga Transsion. Targetnya jelas: menghadirkan smartphone AI dengan plug-in AIGC (AI Generated Content) yang sudah terpasang sejak awal.

Selama ini, AI di ponsel kerap bersifat pasif—menunggu perintah, lalu memberi jawaban. Induk TikTok ini ingin membalikkan peran itu. Dengan plug-in AIGC yang terintegrasi di level sistem, AI diposisikan sebagai agen yang bisa menjalankan tugas lintas aplikasi.

Advertisement

ByteDance Besut Chatbot Pesaing OpenAI

Langkah ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga soal akses pengguna. Dengan status preinstalled, ByteDance tak perlu lagi berebut atensi lewat unduhan aplikasi. AI langsung hadir di depan mata pengguna sejak hari pertama, sekaligus membuka pintu baru untuk monetisasi trafik.

Ekosistem Baru: Internet Bertemu Manufaktur

Menariknya, strategi ini menandai pergeseran penting di pasar smartphone AI China. Jika sebelumnya vendor bergerak sendiri-sendiri, kini arah angin berubah menuju ekosistem kolaboratif antara raksasa internet, dan produsen perangkat keras.

ByteDance bahkan dikabarkan siap menghapus biaya pengembangan kustom dan berbagi pendapatan dari penjualan token AI. Dengan begitu, pabrikan smartphone bisa mendapatkan pemasukan langsung dari distribusi trafik, langganan, hingga trafik turunan. Sebuah model bisnis yang terdengar menggiurkan—dan cukup berani.

Advertisement

Fokus ke Ponsel Menengah, Bidik Skala Raksasa

Pada tahap awal, plug-in AI ByteDance akan didorong ke smartphone kelas menengah dengan harga di atas RMB 2.000. Strateginya dimulai dari model-model terbaru, lalu diperluas ke perangkat lain lewat pembaruan sistem OTA.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana dan jumlah perangkat tembus 150–200 juta unit, ByteDance berpotensi menjadi penantang serius bagi pemain internet lain. Apalagi, kekuatan utama ByteDance saat ini justru berada di pasar luar negeri—membuat ekspansi global menjadi langkah yang sangat masuk akal.

Nubia M153 dan Doubao: Gambaran Masa Depan

Sinyal masa depan itu sudah terlihat pada kolaborasi ByteDance dengan ZTE lewat peluncuran prototipe Nubia M153. Perangkat ini dibekali versi pratinjau Doubao, asisten AI internal ByteDance yang diposisikan sebagai AI-native smartphone.

Advertisement

Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan agen berprivilege tinggi. Doubao bisa memesan makanan, mengirim pesan di WeChat, hingga membandingkan harga saat belanja—semuanya lintas aplikasi. Ini dimungkinkan berkat integrasi mendalam antara model multimodal berbasis GUI dan izin tingkat sistem.

Namun, jalan ke depan tak sepenuhnya mulus. Beberapa aplikasi besar membatasi akses Doubao karena alasan keamanan. Bahkan, Taobao dilaporkan memicu verifikasi manusia. Ditambah lagi, masih ada tantangan pada kecepatan eksekusi dan penanganan konten dinamis.

Sumber: Technode

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Babak Baru AI di Genggaman, ByteDance Tanam Plugin di Smartphone – Siti Sarifah Aliah