| Ilustrasi |
| – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 4–7 Januari 2026. Fenomena ini dipicu oleh pola pergerakan angin di nusantara.
BMKG menjelaskan, di wilayah utara Indonesia, angin umumnya bergerak dari barat laut menuju timur laut dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara di wilayah selatan, angin bertiup dari barat daya menuju barat laut dengan kecepatan serupa. div>
“Kecepatan angin tertinggi tercatat di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (4/1/2026).
Akibat kondisi tersebut, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter diperkirakan muncul di sejumlah perairan, antara lain: Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh dan Kepulauan Nias, Selat Karimata bagian utara dan selatan.
Laut Jawa bagian timur, serta Samudra Hindia di selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Wilayah lain yang terdampak termasuk Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Sawu, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi, mencapai 2,5–4 meter, berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Bengkulu dan Lampung, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua. Laut Arafuru bagian timur juga termasuk wilayah rawan gelombang tinggi.
BMKG menekankan, kondisi ini dapat menimbulkan risiko bagi keselamatan pelayaran. Pihaknya mengimbau nelayan dan pengelola kapal untuk tetap waspada, terutama bagi:
Perahu nelayan: jika angin di atas 15 knot dan gelombang lebih dari 1,25 meter.
Kapal tongkang: jika angin di atas 16 knot dan gelombang melebihi 1,5 meter.
Kapal ferry: jika angin di atas 21 knot dan gelombang melebihi 2,5 meter.
“Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir wilayah rawan gelombang tinggi diminta selalu memperhatikan keselamatan,” pungkas BMKG. (da*)
BMKG Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia 4–7 Januari – Nasional