6 Fitur AI Paling Dibicarakan di 2025: Solusi Nyata atau Sekadar Gimmick Teknologi?

6 Fitur AI Paling Dibicarakan di 2025: Solusi Nyata atau Sekadar Gimmick Teknologi?

Di atas kertas, janji tersebut terdengar meyakinkan. Generative AI diklaim mampu mempercepat pekerjaan, asisten rapat otomatis siap merangkum diskusi tanpa catatan manual, sementara AI di dalam chipset smartphone menjanjikan performa optimal langsung di perangkat. Namun, seiring pemakaian sehari-hari, muncul pertanyaan penting: apakah fitur AI 2025 benar-benar membantu, atau justru hanya gimmick agar teknologi terlihat futuristik?

1. Generative AI Lanjutan: GPT-5 dan Gemini Canvas

Generative AI generasi terbaru mampu menghasilkan teks, kode, gambar, hingga desain kompleks hanya dari satu perintah singkat. Bagi kreator konten, pengembang, dan profesional kreatif, teknologi ini jelas mempercepat proses awal pekerjaan. Riset, draf tulisan, hingga konsep visual bisa selesai dalam hitungan menit.

Advertisement

Namun demikian, manfaat tersebut sangat bergantung pada cara penggunaan. Untuk tugas sederhana, dampaknya sering kali tidak signifikan. Bahkan, ketika hasil AI digunakan mentah tanpa penyuntingan, konten bisa terasa generik dan kurang akurat. Di sinilah generative AI berpotensi berubah dari alat produktif menjadi sekadar fitur pamer teknologi.

2. Multimodal AI

Berikutnya adalah multimodal AI, teknologi yang memungkinkan AI memahami teks, gambar, suara, dan video secara bersamaan. AI tidak hanya membaca perintah, tetapi juga mampu “melihat” visual dan memahami konteks layar pengguna.

Dalam praktiknya, multimodal AI sangat membantu untuk analisis data, konsultasi cepat, hingga presentasi visual yang kompleks. Akan tetapi, ketika hanya digunakan untuk tugas ringan seperti membuat caption foto, keunggulannya menjadi tidak terasa. Akibatnya, fitur ini kerap dipersepsikan lebih sebagai label canggih daripada solusi nyata.

Advertisement

3. Agentic AI

Agentic AI menawarkan pendekatan berbeda. Pengguna cukup memberikan tujuan, lalu AI akan merencanakan dan mengeksekusi rangkaian tugas secara mandiri. Mulai dari menyusun jadwal perjalanan hingga mengelola alur kerja proyek.

Di satu sisi, fitur ini mampu menghemat waktu dan mengurangi pekerjaan repetitif. Namun di sisi lain, kompleksitas sistem dan keterbatasan integrasi sering membuat Agentic AI gagal di tengah jalan. Ketika lebih sering error daripada membantu, fitur ini hanya terlihat menarik saat demo, tetapi minim dampak di dunia nyata.

4. AI di Chipset dan Prosesor Smartphone

AI on-device menjadi salah satu pendekatan paling relevan di 2025. Dengan pemrosesan langsung di perangkat, fitur seperti optimasi baterai, terjemahan real time, dan pengeditan foto instan bisa berjalan tanpa koneksi internet.

Advertisement

Keunggulannya jelas: respons cepat dan privasi data lebih terjaga. Namun, jika ternyata sebagian besar fungsi masih bergantung pada cloud, klaim “AI di chipset” hanya menjadi jargon pemasaran tanpa peningkatan signifikan bagi pengguna.

5. AI Photography dan Computational Photography

AI photography mempermudah pengguna menghasilkan foto yang terlihat profesional. Pencahayaan, warna, hingga penghapusan objek bisa dilakukan otomatis.

Meski begitu, algoritma yang terlalu agresif justru menghilangkan karakter asli foto. Warna berlebihan dan tekstur yang terlalu halus membuat hasil gambar terasa tidak natural. Di titik ini, AI photography bukan lagi alat bantu, melainkan bentuk manipulasi visual yang berlebihan.

Advertisement

6. AI Meeting Assistant

Berbeda dari fitur lain, AI meeting assistant justru menjadi contoh AI yang benar-benar fungsional. Fitur ini merekam rapat, membuat transkrip, merangkum poin penting, hingga menyusun daftar tugas secara otomatis.

Hasilnya, peserta rapat bisa fokus berdiskusi tanpa sibuk mencatat. Dalam konteks produktivitas kerja, fitur ini terbukti menyelesaikan masalah nyata yang selama ini dianggap sepele namun menyita waktu

Melihat perkembangan AI di 2025, satu hal menjadi jelas: AI benar-benar bermanfaat ketika mampu menyederhanakan pekerjaan, menghemat waktu, dan terintegrasi mulus dalam aktivitas harian. Sebaliknya, AI terasa gimmick saat hanya menambah kompleksitas tanpa nilai tambah nyata.

Advertisement

Pada akhirnya, kunci bukan terletak pada seberapa canggih teknologinya, melainkan seberapa relevan dampaknya bagi pengguna. AI seharusnya menjadi alat, bukan tujuan. Pilih fitur yang benar-benar membantu, bukan sekadar terlihat futuristik.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

6 Fitur AI Paling Dibicarakan di 2025: Solusi Nyata atau Sekadar Gimmick Teknologi? – Firda Zahara