Wadhwani Maksimalkan Teknologi: Bangun Ekosistem Talenta dan Kewirausahaan

Wadhwani Maksimalkan Teknologi: Bangun Ekosistem Talenta dan Kewirausahaan

Perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) tidak hanya mengubah cara bekerja, tetapi juga menuntut talenta dan pelaku usaha memiliki kemampuan baru agar tetap relevan. Menjawab perubahan tersebut, Wadhwani Foundation Indonesia memanfaatkan teknologi untuk memperkuat ekosistem pengembangan talenta dan kewirausahaan, sekaligus membuka lebih banyak peluang penempatan dan penciptaan lapangan kerja.

Melalui tiga program utama, yakni Wadhwani JobReady, Wadhwani Ignite, dan Wadhwani Accelerate, Wadhwani menghubungkan kesiapan individu memasuki dunia kerja dengan pengembangan pola pikir kewirausahaan serta pertumbuhan bisnis. Pendekatan ini menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai alat pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapabilitas dan memperluas dampak program.

Wadhwani Maksimalkan Teknologi: Bangun Ekosistem Talenta dan Kewirausahaan 6

“Dunia kerja sedang berubah dengan sangat cepat. Karena itu, kesiapan talenta tidak lagi cukup hanya dilihat dari latar belakang pendidikan atau pengetahuan yang dimiliki. Yang semakin penting adalah kemampuan untuk belajar, beradaptasi, memecahkan masalah, dan menerapkan kemampuan tersebut dalam lingkungan kerja yang terus berkembang,” ujar Herdian Mohammad, VP & Country Director Wadhwani Foundation Indonesia.

Advertisement

Menurut Herdian, pendekatan Wadhwani tidak berhenti pada pelatihan. Dampak program juga mulai diukur melalui peningkatan kapabilitas, penempatan kerja, pertumbuhan bisnis, hingga penciptaan lapangan kerja.

JobReady Siapkan Talenta untuk Dunia Kerja

Salah satu program utama adalah Wadhwani JobReady, yang membantu mahasiswa dan pencari kerja meningkatkan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Advertisement

Program ini mencakup hard skills, soft skillskemampuan memecahkan masalah, adaptasi, serta pemanfaatan teknologi dan AI. Wadhwani juga mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi agar peserta dapat terus mengakses materi dan mengembangkan kemampuan sepanjang perjalanan karier.

“Ketika teknologi dan AI mengubah cara kita bekerja, kebutuhan untuk meningkatkan dan memperbarui keterampilan menjadi semakin penting. Bagi kami, teknologi bukan hanya persoalan perubahan perangkat atau alat, tetapi juga perubahan kemampuan yang dibutuhkan,” kata Herdian.

Hal tersebut diperkuat oleh Dr. Dion Dewa Barata, Direktur Wadhwani Entrepreneurship Network (WEN) Indonesia. Ia mengatakan, JobReady tidak hanya diarahkan agar peserta selesai mengikuti pelatihan, tetapi juga memiliki peluang masuk ke dunia kerja.

Advertisement

“Setelah mereka mengikuti pelatihan, kami juga sudah bekerja dengan industry partners sehingga bisa membantu proses job placement,” ujar Dion.

Platform JobReady juga dilengkapi sejumlah fitur pembelajaran dan pendampingan, termasuk ongoing coach dan personal coach. Akses pembelajaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan peserta secara berkelanjutan.

Ignite Bangun Mindset Kewirausahaan

Advertisement

Selain kesiapan kerja, Wadhwani melihat pola pikir kewirausahaan sebagai kemampuan yang relevan bagi generasi muda. Hal tersebut menjadi fokus Wadhwani Ignite, yang menyasar mahasiswa dan institusi pendidikan tinggi.

Ignite tidak sekadar mendorong peserta mendirikan startup. Program ini mengajak peserta mengenali persoalan, melihat peluang, mengembangkan ide, berpikir kreatif, mengambil inisiatif, hingga menguji solusi bisnis.

“Entrepreneurship bukan hanya tentang menciptakan usaha rintisan. Kemampuan untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, memecahkan masalah, dan menciptakan solusi merupakan kemampuan yang relevan bagi siapa pun yang akan menghadapi dunia kerja,” jelas Dion.

Advertisement

Img 0342
Wadhwani Maksimalkan Teknologi: Bangun Ekosistem Talenta dan Kewirausahaan 7

Program Ignite telah berjalan sekitar satu dekade dan bermitra dengan lebih dari 200 universitas di Indonesia. Dengan demikian, pola pikir kewirausahaan tidak hanya diarahkan untuk melahirkan entrepreneur, tetapi juga talenta yang lebih proaktif dan solutif ketika bekerja di organisasi.

Accelerate Perkuat Bisnis agar Ciptakan Pekerjaan

Sementara itu, Wadhwani Accelerate melengkapi ekosistem dengan menyasar bisnis yang sudah menghasilkan pendapatan dan memiliki potensi pertumbuhan.

Advertisement

Program ini memberikan pendampingan kepada bisnis terpilih selama 12 bulan setelah melalui proses seleksi. Tujuannya membantu perusahaan meningkatkan kapasitas dan pertumbuhan bisnis sekaligus memperbesar kemampuan menciptakan lapangan kerja.

“Kalau kita ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan, kita tidak bisa hanya berfokus pada sisi talenta. Kita juga perlu memperkuat bisnis yang menciptakan pekerjaan tersebut. Karena itu, talenta, kewirausahaan, dan pertumbuhan bisnis menjadi tiga bagian yang saling terhubung dalam pendekatan Wadhwani,” kata Dion.

Pada 2025, tiga program Wadhwani di Indonesia secara keseluruhan telah menjangkau lebih dari 63.000 penerima manfaat. Wadhwani juga menggandeng lebih dari 200 mitra dan menyediakan program tanpa biaya bagi peserta.

Advertisement

“Dengan menghubungkan job placement dan job creation, Wadhwani Foundation Indonesia berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya mempersiapkan talenta untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperkuat kapasitas individu dan bisnis untuk menciptakan peluang kerja secara berkelanjutan,” pungkas Herdian.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

Wadhwani Maksimalkan Teknologi: Bangun Ekosistem Talenta dan Kewirausahaan – Herning Banirestu