51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh

51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh

Selama 51 tahun, Polytron tidak hanya mempertahankan eksistensinya sebagai merek teknologi lokal, tetapi juga terus menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan masyarakat Indonesia. Perjalanan tersebut dirayakan melalui Polytron Fest 51st Anniversary di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 19–20 September 2026.

51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh 9

Mengusung tema “Bangga Terus Melangkah”, festival dua hari ini menjadi ruang bagi Polytron untuk merayakan perjalanan bersama konsumen sekaligus memperlihatkan bagaimana perusahaan menjaga relevansi melalui inovasi produk, aktivitas lintas generasi, kolaborasi, dan program sosial.

Bagi Polytron, usia 51 tahun bukan sekadar pencapaian waktu. Lima dekade lebih perjalanan menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana kebutuhan masyarakat terus berubah dan bagaimana sebuah merek lokal harus beradaptasi agar tetap relevan.

Advertisement

Img 0320
51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh 10

General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, mengatakan kemampuan memahami kebutuhan konsumen menjadi salah satu faktor yang membuat Polytron dapat bertahan dan berkembang selama lebih dari lima dekade.

“Polytron adalah perusahaan elektronik nasional yang selama lebih dari 50 tahun tidak hanya bertahan, tetapi terus bertumbuh. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Indonesia bahwa kami memahami kebutuhan mereka,” ujarnya.

Inovasi Berangkat dari Kebutuhan Konsumen

Advertisement

Menjaga relevansi tidak hanya dilakukan melalui ekspansi produk, tetapi juga dengan mendengarkan perubahan perilaku konsumen.

Diantika menjelaskan, Polytron menggunakan strategi 3i, yaitu Invention, Innovation, dan Improvement, dalam mengembangkan produk. Prinsip tersebut mendorong perusahaan untuk tidak sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi mencari solusi atas kebutuhan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Img 0275 1
51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh 11

Salah satu contohnya adalah pengembangan produk pendingin yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat pada masanya. Kini, pendekatan tersebut diterapkan melalui teknologi yang lebih modern.

Advertisement

Dalam Polytron Fest 2026, Polytron memperkenalkan AC Polytron Neuva Pro dengan Voice Sense, fitur perintah suara yang dapat digunakan tanpa koneksi internet.

Pengguna dapat memberikan perintah langsung kepada perangkat, seperti “Hai Polytron” untuk menyalakan AC atau mengatur kondisi ruangan. Teknologi tersebut dirancang untuk menjawab kebiasaan sederhana konsumen yang kerap kesulitan menemukan remote setelah tiba di rumah.

Dengan pendekatan tersebut, inovasi tidak berhenti pada spesifikasi. Teknologi dikembangkan agar memiliki manfaat yang langsung dirasakan pengguna.

Advertisement

Dari Rumah hingga Kendaraan Listrik

Perubahan kebutuhan konsumen juga mendorong Polytron memperluas lini produknya. Jika sebelumnya dikenal luas melalui perangkat elektronik rumah tangga, kini Polytron memiliki ekosistem yang mencakup televisi, perangkat audio, peralatan rumah tangga, laptop, monitor, hingga kendaraan listrik.

Img 0283
51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh 12

Pada segmen kendaraan listrik, penggunaan motor listrik Polytron disebut telah mendekati 70.000 unit. Penggunanya tidak hanya berasal dari konsumen individu, tetapi juga perusahaan yang membutuhkan kendaraan operasional.

Advertisement

Salah satunya Rentokil Indonesia, yang saat ini menggunakan sekitar 325 unit motor listrik Polytron untuk mendukung mobilitas teknisi.

Budi Susanto, HR Director Rentokil, mengatakan pemilihan kendaraan tersebut melalui proses evaluasi yang cukup panjang. Faktor yang diperhatikan antara lain jangkauan, ketahanan kendaraan, kesesuaian dengan kebutuhan operasional, hingga layanan purnajual.

Menurut Budi, penggunaan kendaraan listrik juga sejalan dengan komitmen Rentokil terhadap keberlanjutan. Selain aspek lingkungan, kendaraan listrik memberikan peluang efisiensi biaya operasional karena mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Advertisement

Selain Rentokil, Polytron menyebut kendaraan listriknya telah digunakan sejumlah perusahaan dan institusi, termasuk PLN untuk mendukung aktivitas petugas lapangan.

Dua Hari Polytron Fest, dari Fun Run hingga Hybrid Race

Semangat menjaga relevansi juga terlihat dari konsep Polytron Fest 51st Anniversary. Selama dua hari, festival tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga berbagai kegiatan yang dirancang untuk melibatkan masyarakat secara langsung.

Advertisement

Img 0304
51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh 13

Salah satunya Polytron Fun Run, yang mengajak peserta berolahraga bersama sekaligus membawa pesan “terus melangkah” melalui aktivitas fisik.

Tidak berhenti di sana, Polytron juga menghadirkan sesi coaching hybrid race yang memperkenalkan olahraga dengan kombinasi kekuatan, daya tahan, kecepatan, dan strategi. Kegiatan tersebut turut diramaikan oleh aktor sekaligus artis Kenny Austin, yang ikut ambil bagian dalam sesi coaching dan memberikan warna tersendiri bagi aktivitas olahraga tersebut.

Kehadiran suami dari Amanda Manopp itu sekaligus memperluas daya tarik kegiatan kepada masyarakat yang mengikuti perkembangan gaya hidup aktif dan olahraga. Dengan melibatkan figur publik dalam aktivitas tersebut, Polytron menghadirkan pengalaman festival yang memadukan olahraga, hiburan, dan interaksi langsung dengan konsumen.

Advertisement

Sementara itu, sisi hiburan diperkuat melalui kolaborasi dengan MALIQ & D’Essentials. Kolaborasi tersebut membawa semangat lintas generasi yang menjadi bagian dari perjalanan Polytron selama 51 tahun.

Mengubah Perayaan Menjadi Aksi Nyata

Tema “Bangga Terus Melangkah” tidak hanya diwujudkan melalui festival, tetapi juga melalui kisah orang-orang yang terus bergerak meski pernah menghadapi masa sulit.

Advertisement

Galih Sulistyaningra, Guru & Pendidik, misalnya, menceritakan perjalanannya dalam dunia pendidikan. Berasal dari keluarga pendidik, Galih akhirnya memilih menekuni pendidikan setelah menyadari pentingnya memahami persoalan sekolah dari pengalaman langsung.

Pengalamannya mengajar membuat Galih melihat adanya ketimpangan kualitas pendidikan, termasuk di wilayah perkotaan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi dorongan untuk terus mencari cara menghadirkan perubahan.

Cerita lainnya datang dari Nucha Bahri, Founder Parents Talk. Gagasan Parents Talk berawal dari keresahannya setelah menjadi ibu. Ia melihat perhatian setelah kelahiran anak lebih banyak tertuju kepada bayi, sementara kebutuhan emosional sang ibu kerap terlupakan.

Advertisement

Dari keresahan sederhana tersebut, Nucha membangun ruang berbagi bagi para orang tua. Menurutnya, tidak ada satu pola pengasuhan yang dapat diterapkan kepada seluruh keluarga karena setiap anak dan keluarga memiliki kebutuhan berbeda.

Sementara itu, Bijaksana Junerosano, Penggiat Lingkungan, memilih dunia pengelolaan sampah sebagai jalan hidup setelah mendapatkan inspirasi ketika mencari arah masa depan seusai SMA.

Kini, aktivitasnya berkembang hingga mencakup pengelolaan sampah di 17 kota dan melibatkan sekitar 700 staf serta pekerja lapangan.

Advertisement

Kisah ketiganya memiliki benang merah yang sama: perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat berkembang menjadi sesuatu yang memberikan dampak lebih luas.

Semangat berbagi juga diwujudkan melalui kolaborasi Polytron dengan Kitabisa.org dalam gerakan “5.100 Langkah Baik”.

Masyarakat diajak membagikan cerita mengenai langkah baik mereka melalui media sosial. Setiap partisipasi akan dikonversikan menjadi donasi senilai Rp51.000 untuk mendukung beasiswa pendidikan dan bantuan alat usaha bagi UMKM.

Advertisement

Ahmad Mujahid, Director Kitabisa.org yang turut terlibat dalam kolaborasi tersebut mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya mengubah momentum perayaan 51 tahun Polytron menjadi aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Dengan demikian, menjadi lebih dari sekadar perayaan ulang tahun. Selama dua hari, masyarakat diajak merasakan perjalanan Polytron melalui olahraga, hiburan, interaksi komunitas, inovasi produk, edukasi, dan aksi sosial,” tandas Diantika.

Paradiva, gelaran Polytron Fest memperlihatkan perjalanan Polytron selama 51 tahun menunjukkan bagaimana kekuatan merek lokal ini tidak hanya ditentukan panjangnya usia merek. Polytron membuktikan juga bahwa kemampuan membaca perubahan, memahami kebutuhan konsumen, menghadirkan inovasi yang relevan, serta membangun hubungan dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk terus bertumbuh.

Advertisement

Di tengah perubahan teknologi dan perilaku konsumen yang semakin cepat, tantangan bagi Polytron berikutnya bukan sekadar mempertahankan apa yang sudah dimiliki. Perusahaan juga perlu terus membaca kebutuhan baru masyarakat dan menerjemahkannya menjadi produk, layanan, serta pengalaman yang relevan.

Advertisement

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

51 Tahun Polytron, Menjaga Relevansi dan Terus Bertumbuh – Herning Banirestu