CapCut AI Content Fest 2026 Buka Jalan Talenta Baru

CapCut AI Content Fest 2026 Buka Jalan Talenta Baru

Teknologi kecerdasan buatan (AI) membuka peluang baru bagi kreator untuk mengembangkan ide menjadi karya visual. Tidak hanya membantu proses produksi, AI juga memberi kesempatan kepada lebih banyak orang untuk menyampaikan cerita dan perspektif yang sebelumnya sulit mendapatkan ruang.

Semangat tersebut terlihat dalam CapCut AI Content Fest 2026, festival film pendek berbasis AI yang digelar CapCut dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia. Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, ajang ini menghadirkan 10 film pendek karya kreator dari berbagai daerah di Indonesia di CGV Grand Indonesia, Jakarta.

CapCut AI Content Fest 2026 Buka Jalan Talenta Baru 6

Melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar, para kreator mengangkat beragam cerita tentang Indonesia, mulai dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman dan harapan tentang masa depan bangsa.

Advertisement

Kompetisi daring yang berlangsung sekitar tiga pekan tersebut mencatat 699 pendaftar dan lebih dari 350 karya. Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga profesional kreatif. Dari ratusan karya itu, terpilih 10 finalis yang kemudian mengembangkan film mereka hingga siap ditayangkan di layar lebar.

Head of Content Operations CapCut Indonesia, Jessica Wowor, mengatakan Indonesia memiliki banyak cerita dan talenta kreatif yang membutuhkan ruang untuk berkembang.

“Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” ujarnya.

Advertisement

AI Buka Akses bagi Talenta Baru

Kehadiran AI dalam industri kreatif dinilai bukan hanya soal efisiensi produksi. Sineas Upie Guava melihat teknologi tersebut sebagai sarana untuk memperluas kesempatan bereksperimen.

Menurut Upie, industri kreatif membutuhkan ruang dan sumber daya untuk membuat kesalahan. Sebab, dari proses mencoba, gagal, dan memperbaiki karya, kreativitas justru dapat berkembang.

Advertisement

“AI adalah tools yang sangat efisien untuk memungkinkan kita membuat kesalahan. Karena dari situlah kita berkembang,” kata Upie.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para kreator yang berani menjadi AI filmmaker. Menurutnya, mereka merupakan pelopor yang sedang membuka kemungkinan baru dalam produksi film.

Upie menilai Indonesia memiliki talenta kreatif yang besar. Tantangannya adalah menghadirkan kesempatan agar talenta tersebut dapat berkembang dan menunjukkan perspektifnya.

Advertisement

Dengan teknologi yang semakin mudah diakses, siapa pun yang memiliki cerita kini memiliki peluang lebih besar untuk menjadi storyteller. Karena itu, AI tidak seharusnya hanya dipandang sebagai cara membuat film lebih murah atau mudah.

“Teknologi seperti AI bukan supaya film jadi gampang atau murah. Justru tujuannya adalah untuk ide-ide yang lebih besar, ide-ide yang lebih liar,” ujarnya.

Teknologi Tetap Harus Mendukung Cerita

Advertisement

Meski menawarkan berbagai kemungkinan visual, penggunaan AI tetap membutuhkan arah kreatif yang kuat. Sineas Angga Dwimas Sasongko menekankan pentingnya menjaga kepekaan terhadap cerita dan kemanusiaan.

Menurut Angga, pengalaman, latar belakang, hingga berbagai hal yang membentuk kehidupan seseorang akan membuat setiap storyteller memiliki ciri khasnya sendiri.

“Jangan pernah kehilangan kepekaan terhadap cerita-cerita di sekitar kita dan terhadap kemanusiaan. Ketika kita peka, mau merasa dan melihat, di situlah kita menemukan cerita yang layak diperjuangkan,” kata Angga.

Advertisement

Ia juga mengingatkan para kreator untuk terus menguasai teknologi. Namun, kemampuan teknis harus berjalan bersama kepekaan dalam menemukan dan menyampaikan cerita.

Sementara itu, Dinda Prasetyo menyoroti proses panjang yang harus dilalui kreator ketika menggunakan AI untuk membuat film. Menurutnya, menghasilkan film berbasis AI bukan pekerjaan sekali jadi.

Kreator harus berulang kali melakukan generate, memperbaiki konsistensi karakter, gerakan kamera, visual, hingga elemen suara. Karena itu, kesabaran menjadi salah satu kekuatan yang terlihat dari 10 finalis.

Advertisement

“AI film adalah langkah berikutnya dari AI content. Sepuluh finalis ini tidak melakukan generate asal-asalan. Semua dipikirkan, tone cerita dan musiknya,” ujar Dinda.

Menurutnya, kemampuan para finalis terlihat dari bagaimana mereka memadukan teknologi dengan unsur cerita. Mulai dari sound design, warna, musik, hingga visual, semuanya diarahkan untuk membangun suasana dan emosi penonton.

Dari Ide Sederhana ke Layar Lebar

Advertisement

Penggunaan AI juga terlihat melalui fitur CapCut seperti Video Studio dan Director Mode yang membantu kreator mengembangkan ide, naskah, storyboard, visual, hingga penyempurnaan karya.

Img 9950
CapCut AI Content Fest 2026 Buka Jalan Talenta Baru 7

Di sisi lain, CapCut terus membangun ekosistem kreator melalui program seperti CapCut Gala, Creator Lab, dan CapCut Creative Partner (CCP). Program tersebut membuka kesempatan bagi kreator untuk mengembangkan kemampuan, bertukar pengetahuan, mengeksplorasi teknologi, dan memperluas jangkauan karya.

Paradiva, ajang ini menunjukkan bahwa teknologi dan kreativitas manusia tidak harus dipertentangkan. AI dapat menjadi alat yang memperluas kemungkinan, sementara keputusan kreatif, emosi, dan sudut pandang tetap berada di tangan manusia.

Advertisement

Hal tersebut menjadi pesan utama CapCut AI Content Fest 2026. Film bukan sekadar kumpulan visual yang dibuat dengan teknologi canggih. Di balik setiap karya tetap ada manusia dengan pengalaman, imajinasi, dan cerita yang ingin disampaikan.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

CapCut AI Content Fest 2026 Buka Jalan Talenta Baru – Herning Banirestu