DTI-CX 2026 Kejar Lompatan 5G, Keamanan Siber, hingga Kedaulatan Digital RI

DTI-CX 2026 Kejar Lompatan 5G, Keamanan Siber, hingga Kedaulatan Digital RI

Jakarta kembali menjadi pusat perhatian ekosistem digital nasional. Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 resmi berlangsung selama dua hari, tepatnya pada 5-6 Agustus 2026, di Jakarta International Convention Center, Senayan. Sebagai bagian dari perayaan Hari Bhakti Postel ke-81.

Perhelatan tahun ini tampil beriringan dengan tiga platform sejenis, yakni DCTI-CX (Data Center Tech Indonesia), DTI-HR (Human Resource Transformation), dan CRD-CX (Cyber Resilience & Defense). Kolaborasi lintas platform ini membahas tuntas berbagai isu krusial, mulai dari infrastruktur digital, kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, keamanan siber, pusat data, transformasi sumber daya manusia, hingga penerapan teknologi digital di berbagai sektor industri.

Momentum Bersejarah di Balik Hari Bhakti Postel ke-81

Peringatan Hari Bhakti Postel berakar dari peristiwa heroik 27 September 1945, ketika pemuda Angkatan Muda Pos, Telegrap, dan Telepon (AMPTT) mengambil alih Jawatan PTT dari pendudukan Jepang di Bandung. Semangat kemandirian itu kini digelorakan lewat berbagai kegiatan strategis, dan DTI-CX 2026 menjadi salah satu pembuka rangkaian perayaan tahun ini.

Advertisement

Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Wintoko, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan panjang sektor pos dan telekomunikasi Indonesia. Pria yang akrab disapa Teddy tersebut berharap DTI-CX 2026 menjadi katalisator perkembangan ekosistem digital nasional melalui sinergi kuat antar-pemangku kepentingan.

“Saya lihat event ini luar biasa, khususnya sambutan dari peserta dan juga concern dari pemerintah untuk mendukung kemajuan industri telekomunikasi ataupun industri telco di Indonesia. Terutama dukungan-dukungan dan insentif yang diberikan pada seluruh ekosistem telco di Indonesia. Opportunity for improvement untuk pelaku industri besar sekali, dan kita tidak terlepas dari competitiveness di regional maupun di global,” ungkap Teddy.

DTI-CX 2026 Waktunya Indonesia mengejar ketertinggalan 5G, keamanan siber dan kedaulatan RI

Konektivitas Digital, Fondasi Utama Kedaulatan Bangsa

Bagi Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, konektivitas digital merupakan elemen fundamental yang tidak bisa ditawar dalam mewujudkan transformasi digital nasional. Transformasi digital hanya bisa berjalan optimal apabila didukung fondasi konektivitas yang kuat serta kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat luas.

Advertisement

Sarwoto menekankan bahwa Indonesia perlu segera mengambil langkah besar agar tidak tertinggal dari negara lain, termasuk akselerasi ke jaringan 5G, adopsi kriptografi kuantum, hingga pemanfaatan satelit non-terrestrial network yang lebih luas dibandingkan sekadar tiga stasiun orbital konvensional.

“Indonesia harus loncat segera ke 5G, Indonesia harus loncat segera ke kripto kuantum, kemudian Indonesia harus loncat juga ke satelit yang non-terrestrial network, jadi bukan hanya orbital tiga stasiun tetapi juga MTN istilahnya. Kita juga harus loncat kepersediaan data center yang kapasitasnya memenuhi kebutuhan. Karena kebutuhan penyimpanan data dan pengurusan data di Indonesia itu kan bukan hanya kebutuhan masyarakat aja, tetapi pemerintah pun juga butuh,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa DTI-CX 2026 diproyeksikan dihadiri lebih dari 13 ribu peserta, ratusan pembicara kompeten dari dalam dan luar negeri, serta menampilkan ratusan booth teknologi terkini.

Enam Strategi Pemerintah Perkuat Ekosistem Digital

Selaras dengan optimisme tersebut, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, memaparkan enam strategi pemerintah memperkuat ekosistem digital: konektivitas lewat pemerataan infrastruktur, kompetensi komunitas dan talenta digital, katalisator sinergi lintas sektor, permodalan untuk investasi, kepatuhan melalui regulasi relevan, serta ekosistem komersial yang sehat.

Advertisement

“Kita butuh investasi yang bukan hanya kapital tetapi juga pengetahuan. Kita butuh teknologi yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab. Semua investasi ini seharusnya menjadikan satu tujuan. Hadirnya DTI Series tahun 2026, untuk memastikan teknologi ini tidak hanya menghubungkan Indonesia, tapi juga untuk melindungi hak mereka dan memperkuat masa depan,” tegas Edwin.

Keamanan Siber Jadi Prioritas di Tengah Akselerasi Digital

Di sisi lain, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, mengingatkan bahwa akselerasi transformasi digital harus berjalan seiring penguatan keamanan siber. Kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, namun tetap menyimpan risiko ancaman bagi penggunanya jika tidak diantisipasi dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas insiden keamanan siber justru dipicu oleh kerentanan internal, seperti kebocoran kredensial, serangan malware, hingga kelalaian manusia. Strategi pertahanan yang dibangun karenanya tidak boleh hanya mengandalkan sisi teknologi, tetapi juga memerlukan kolaborasi aktif lintas pemangku kepentingan.

Advertisement

“Kita harus menerapkan strategi, tidak hanya berbasis kepada teknologi. Kita wajib berkolaborasi melalui pertukaran informasi ancaman dan pemantauan bersama. Kemudian penerapan strategi pengamanan, mulai dari layer regulasi, SOP, layer berikutnya, lalu menerapkan apa yang kita sebut sebagai security by design dan resilient by architecture,” terang Nugroho.

Talenta Lokal Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Digital

Tak kalah penting, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa penguatan ekosistem digital menjadi perhatian serius pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sejalan dengan target mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju angka 8 persen.

Namun demikian, Airlangga menegaskan bahwa penguatan ekosistem digital harus diisi oleh talenta dari dalam negeri, bukan sekadar bergantung pada tenaga kerja asing. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah menjalin komunikasi dengan salah satu perguruan tinggi terkemuka di India agar membuka kampus di Indonesia guna mempercepat pengembangan sumber daya manusia digital.

Advertisement

“Karena tanpa ekosistem talenta, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan jalan. Kita tidak ingin talenta yang akan mengisi digital harus outsource lagi dari luar negeri,” ujar Airlangga. Dengan rangkaian dukungan lintas kementerian dan lembaga ini, DTI-CX 2026 diharapkan tak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan tonggak nyata bagi Indonesia dalam merajut konektivitas digital yang inklusif, aman, dan berdaulat.

Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.

DTI-CX 2026 Kejar Lompatan 5G, Keamanan Siber, hingga Kedaulatan Digital RI – Siti Sarifah Aliah