Dalam acara yang bertepatan dengan semangat Hari Kartini tersebut, hadir sejumlah praktisi bisnis dan lulusan akademi wirausaha untuk berbagi pengalaman. Bank Saqu, yang merupakan kolaborasi antara Astra Financial dan WeLab, menekankan bahwa kemandirian finansial perempuan adalah pilar penting bagi kemajuan bangsa. Mereka melihat bahwa perjalanan seorang pengusaha perempuan mencakup fase yang kompleks, mulai dari tahap merintis hingga upaya mempertahankan eksistensi bisnis di pasar yang kompetitif.
Data dari pemerintah mempertegas posisi krusial ini, di mana lebih dari separuh pelaku UMKM di tanah air merupakan kaum perempuan. Sebagian besar dari mereka berfokus pada sektor kreatif yang kini semakin terbantu oleh kemajuan teknologi digital. Digitalisasi memberikan fleksibilitas bagi para pengusaha ini untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terbatas oleh kendala geografis, sehingga peluang pertumbuhan menjadi jauh lebih terbuka.
Advertisement
Namun, kreativitas saja dianggap belum cukup untuk menjamin kesuksesan jangka panjang sebuah unit usaha. Bank Saqu menyoroti bahwa manajemen keuangan yang disiplin, terutama dalam mengatur arus kas, merupakan pondasi yang sangat menentukan. Pemahaman finansial yang mumpuni memungkinkan para pemilik usaha untuk mengambil keputusan strategis yang tepat, sehingga bisnis mereka tidak hanya bertahan sebentar, namun terus berkembang secara sehat.
Berdasarkan data nasabah, ditemukan bahwa sekitar 40% pengguna layanan Bank Saqu merupakan pelaku usaha mandiri atau solopreneur. Hal ini mendorong pihak bank untuk tidak sekadar menyediakan layanan transaksi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan. Salah satu inisiatifnya adalah melalui program akademi yang menyediakan sarana pembelajaran serta jaringan bagi para wirausahawan agar bisa mengelola bisnis dengan lebih terstruktur.
Liya Tsabitah, seorang ilustrator sekaligus pemenang program akademi tersebut, mengakui bahwa memisahkan keuangan pribadi dan bisnis adalah tantangan awal yang besar. Menurutnya, fitur perbankan yang memungkinkan pemisahan kantong dana sangat membantu dalam menciptakan keteraturan administratif. Dengan pengelolaan yang rapi, seorang kreator bisa lebih fokus pada proses inovasi produk tanpa terbebani oleh kekacauan catatan finansial.
Advertisement
Senada dengan hal itu, Sylvia selaku pengusaha di bidang kuliner menambahkan bahwa kesehatan finansial adalah pembeda antara ide yang sekadar kuat dengan bisnis yang mapan. Tanpa adanya kedisiplinan dalam memantau biaya operasional dan data penjualan, bisnis akan sulit untuk melakukan ekspansi. Oleh karena itu, kemampuan membaca data keuangan menjadi keterampilan wajib bagi perempuan yang ingin serius menggeluti dunia industri kreatif.
Ke depannya, Bank Saqu berkomitmen untuk terus mendampingi setiap fase pertumbuhan bisnis yang dijalankan oleh perempuan Indonesia. Melalui berbagai fitur inovatif seperti tabungan otomatis hingga penyediaan modal kerja, mereka berharap dapat menjadi mitra strategis. Dukungan yang konsisten ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak unit usaha yang tangguh dan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perekonomian nasional.
Advertisement
Cek berita teknologi, review gadget dan video Gadgetdiva.id di
Google News.
Baca berita otomotif untuk perempuan di
Otodiva.id,
kalau butuh in-depth review gadget terkini kunjungi
Gizmologi.id.
Bagi yang suka jalan-jalan, wajib baca
Traveldiva.id.
Bank Saqu Cermati Perempuan di Industri Kreatif dan Perjalanan Finansialnya – Siti Sarifah Aliah