Baca Juga :
Seperti diketahui, publik ramai mengkritik Prilly karena dinilai kurang sensitif terhadap kondisi pencari kerja yang tengah berjuang keras mendapatkan pekerjaan. Status Open to Work yang diunggah Prilly dianggap menjadikan isu pengangguran sebagai konten, terlebih mengingat rekam jejak kariernya yang sudah mapan di berbagai bidang.
Sejumlah warganet menilai unggahan tersebut justru “mengambil panggung” para pencari kerja yang jauh lebih membutuhkan eksposur di LinkedIn. Kritik pun berkembang ketika muncul dugaan bahwa status Open to Work itu berkaitan dengan strategi pemasaran pekerjaan barunya sebagai Brand Ambassador salah satu merek pasta gigi.
Di tengah kondisi lapangan kerja yang sulit dan tingginya angka pengangguran, sebagian masyarakat menganggap langkah tersebut sebagai gimik yang minim empati. Tekanan publik akhirnya membuat Prilly menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Prilly menjelaskan bahwa sejak awal ia tidak bermaksud meremehkan perjuangan para pencari kerja. Ia mengaku hanya ingin memotivasi atau membuka peluang kolaborasi profesional, namun menyadari bahwa unggahannya justru diterima dengan cara berbeda.
Bintang film Budi Pekerti itu juga menegaskan komitmennya untuk menjaga LinkedIn sebagai platform profesional, bukan sekadar media sosial biasa. Ia berharap klarifikasinya dapat meredam perdebatan agar tidak berkembang menjadi polemik negatif yang berkepanjangan.
Baca Juga :
Omara Esteghlal Geram Usai Prilly Latuconsina Minta Maaf soal Open to Work –