Lagu ini berfokus pada mengenang peristiwa sengsara Yesus Kristus menjelang penyaliban, khususnya penderitaan fisik akibat mahkota duri.
Kepala yang berdarah, tertunduk dan sedih
Penuh dengan sengsara, dan luka yang pedih
Meski mahkota duri, menghina harkatMu
Kau patut kukagumi, terima hormatku
O Wajah yang Mulia, yang patut disembah
Dan layak menerima, pujian dunia
Sekarang diludahi, dihina dicerca disiksa dilukai
Yang salah siapakah?
Syukur sebulat hati, kuberikan padamu
Ya Yesus yang t’lah mati demi selamatku
Hendaklah ku terhibur dengan tuntunanMu
PadaMu ku berlindung diakhir hayatku
Disaat ku mati, kau tinggallah serta
Di pintu maut nanti, ya Tuhan datanglah!
Di kala kecemasan, menghimput hatiku
Berilah kekuatan, dan berkat sengsaraMu
–